Pages

Sunday, 30 December 2007

Bloody monthly



Panggil saya dramaqueen, saya tidak peduli, tapi untuk masalah ini saya akan menjelaskannya secara berlebihan. Sangat berlebihan.


Ada seorang kawan saya marah-marah kenapa pacarnya marah-marah ke dia saat lagi dapet (kata ganti untuk menstruasi, kawan-kawan..). Saya bilang, ‘mending jauh-jauh atau bersabarlah selama empat hari’. Ada lagi yang nanya seenaknya, ‘apa sih kayak gitu doang? Emang sakit banget ya? Kan Cuma sakit perut, pakai selimut saja sama kayu putih.’ Oh, yang nanya laki-laki.

Praha, here i come!



I mean, I will come to you!


Tergoda dengan artikel di tabloid Bisnis Indonesia 5 Agustus 2007 lalu tentang Praha , ibukota Ceska itu, dan nuansa glam gothic architecture style-nya bikin saya pingin cepat kaya. (kau tahu maksudnya…)

Nggak beda dengan menyentuh patung Budha di Borobudur yang akan mengabulkan permintaan, dengan menyentuh patung St.John Nepomuceno, khasiatnya (katanya) sama saja. Jadi ingat pelajaran sejarah gaya seni tiap era dulu karena perhatian saya tertuju bukan pada minimalis, Dali, Bauhaus, realis, tapi era Art Nouveau yang penuh dengan sulurnya itu. Kalau kata si Bapak, sulur itu nggak efektif dalam gambar (padahal iklan sekarang pada pakai sulur, kesannya maunya jadi cantik tapi kalau nggak cocok digunakan dan nggak ada maksudnya jadi kasian: ANEH).

Eits jangan salah, nggak hanya Art Nouveau saja di dalamnya. Teman-teman setipenya seperti Baroque, Renaissance, Cubist, Gothic dan Neo-Classical (semua setipe mirip-mirip karena eranya berderetan) juga diwakilkan oleh bangunan di sana. Saya amat tidak sabar untuk melihat semuanya.

Um, selain pengamen di Indonesia apalagi di Bandung yang tiap angkot berhenti nyamperin terus ‘punten aa.. teteh..’, saya ingin menyaksikan bagaimana pengamen di luar negri, dan di Praha ini pun kebetulan juga ada. Pengamen yang ‘didatangi’, bukan ‘mendatangi’. Aih!

But I gotta have local dictionary coz most of them can’t speak English.


Praha, wait till my account reach nine digits!

Mas, aku punya pacar

asri_paramitha (1:48) : Mas, aku punya pacar
airakha (1:52) : Lalu?
asri_paramitha (1:52) : Mau kasih tahu aja
airakha (1:54) : Bagus lah
asri_paramitha (2:00) : Aku dulu suka sama mas
asri_paramitha (2:07) : Mau kasih tahu aja
asri_paramitha (2:07) : Nunggu waktu yang tepat… baru kesampean sekarang dehhhh… :P
airakha (2:11) : Kok bisa?
asri_paramitha (2:11) : Hah, apanya? Oh, kita ketemuan waktu aku di ak’sa’ra. Klise banget deh jadi aku lagi liat buku tebel gitu.
airakha (2:12) : Maksudnya, suka gua

Monday, 24 December 2007

I am legend


ACHTUNG: SMS local yang hanya bisa dimengerti bagi para manusia yang telah menonton film I Am Legend.

Gea 17-12-07 22:37:
Elfs.. Telah terjadi keanehan pada bulan yang bersinar.. Td gw liat ada kaya bentuk halilintar item gede bgt nutupin bulan.. Inikah tanda2..
Elfitra Mon 17 Dec 10:38PM:
Maksdny tanda2 pada mau jd jombi?
Gea 17-22-07 23:00:
Mungkin, oh aku harus mulai berjuang.. Ini lagi anjing tetangga gw brisik bgt.. Oh apakah dia telah berubah?
Elfitra Mon 17Dec 11:01PM:
Kadang2 pembantu cw g sk ktawa brisik. Jgn2 dia jd… jombi pembantu?
Gea 17-12-07 23:02:
Mungkin.. Fit, bersiap2lah.. Simpan benda tajam disekitarmu..
Elfitra Mon 17Dec 11:03PM:
Udah kok. Peniti…
Gea 17-12-07 23:04:
Gw jg udh sih, lidah yg tajam..
Elfitra Mon 17Dec 11:05PM:
Td g mau jwb lidah, tp pny lu lbh tjm jd gajadi, gua ada tambahan, mata yang tajam…
Gea 17-12-07 23:17:
Mata gw lbh tajem deh kayanyaaa… Fit besok bw koleksi lagu lu ya.. Oia, ayo kita mulai mendesain organizer..

Lihat-bongkar-pilih-buang-dan tinggalkan!

Satu hal yang pasti, kita semua harus membuang racun dari tubuh dan sekeliling kita. Hal yang klise memang tapi benar. Setelah membaca sebuah artikel dari tabloid Bisnis Indonesia mengenai 4 jenis racun, saya telah melaksanakan salah satu pembuangan racun.

Membersihkan kamar dan membuang-buang barang lama!

Kamar kakak saya kelak akan saya jadikan sebagai tempat belajar dan kerja saya kelak saat saya lulus kuliah yang, Insya Allah, tahun depan. Terserah mau debu sebanyak pulau Sumatra saya tak peduli, saya tahan debu. Koper-koper lama saya bongkar yang ternyata berisikan barang-barang tante saya yang sangat vintage. Sama barang eyang saya juga. Kalau kamu mau tahu apa saja, saya jabarkan beberapa dan ini semua sangat mengejutkan saya!

Tuesday, 18 December 2007

Luka yang akan selalu teringat

1. Jatuh dari pohon di Sawangan terus nyangkut di kawat pembatas, mulai dari mata kaki sampai pangkal paha.
2. Penasaran akan steples, akhirnya merasakan sendiri. Bukan di kertas, tapi di jempol tangan kanan.
3. Jatuh ke lubang galian kabel karena berbohong terus mundur-mundur tanpa lihat belakang. Lumayan, pelipis robek terus dijahit.
4. Dicubit karena nakal dipaha. Ohya, habis dicubit, terus diputer cubitannya.
5. Dengan bangganya membakar sedotan aqua gelas dan lelehan air mata keluar setelah lelehan sedotan jatuh di jari.
6. Rambut terbakar pas mati lampu. Salah sendiri deket-deket lilin.
7. Rambut nyangkut di mainan mobil-mobilan jip dan terpaksa dipotong ekstra banyak. Salah sendiri menjalankan mobilnya di atas kepala.
8. Jatuh tersungkur setelah latihan sepeda. Masuk ke kebun anggrek eyang.
9. Oh, kelingking masuk ke putaran gigi pedal sepeda.
10. Waktu masih 2 tahun, lari-lari terus mau belok tapi kirain belokan sudah dekat taunya belum. Sukses nabrak tembok.
11. Kelingking kecongkel kaca yang coek.
12. Ah ini dia. Sewaktu SD kirain ada yang jualan kebab, ternyata betis sendiri yang nempel di knalpot motor. Bung bung..menggembung lalu berair dan bernanah dan plop, pecah beberapa hari kemudian. Hiiiyyy…
13. Kecengan suka teman sendiri. Sabar… sabar…
14. Sok bisa berenang lalu terjun bebas dengan posisi dada mendatar duluan masuk air.
15. Jatuh terlentang karena jalanan rusak di depan tempat les terus diobatin sama guru bahasa inggris yang bule padahal nahan malu karena belum cukuran kaki. (penting ya?)

Introduce me : (...)

Ini bulan ke lima Rama mengacuhkan Alia dari kenyataan bahwa Alia, masih ada. Masih hidup di seberang sana, disuatu tempat yang Rama tahu persis, tapi tak mau tahu. Alasannya klise. Rama butuh waktu lama untuk menguatkan dirinya bahwa, apakah ia menyukai Alia atau tidak? Pasalnya, Rama sangat gampang terusik hatinya. Bukan kepada setiap perempuan yang ia temui lalu menaruh perhatian kepadanya, tapi kepada beberapa perempuan tertentu. Setelah pada akhirnya ia menetapkan bahwa Duma, perempuan yang ada di hatinya saat itu, dimana Rama butuh waktu hamper 8 bulan untuk meyakinkan dirinya bahwa ia –ternyata- memilih DUma untuk ada di hatinya; sekarang setelah lepas tiga hari setelah kedatangan perempuan asing ke kantornya, keyakinan Rama akan Duma terusik.

Saya suka 8 desember kemarin!


60 tahun Alumni Gathering Night mengharuskan sekitar 30 orang mahasiswa untuk menjadi penerima tamu dan saya salah satunya! Thanks to Tiara yang merekruit kami.

Kita-kita: "Pokoknya freinds harus ikut!"
Tiara: "Iya..iya... (nada iya-gue-tau-makanya-lo-semua-udah-gua-masukin-daftar)

Padahal paginya ada 8 orang yang jaga shift pagi-sore, acara seminar. Supeerrr ngantuuukkkk, bayangin dari jam 6 saya musti bangun (dimana biasanya jam 6 itu malam dan jam 11 itu baru namanya pagi hari) dan sanyam senyum sama tamu which is om om tante tante alumni. Untuk jam 10 bisa masuk ke backstage buat ngedandanin model fashion show sambil duduk karena pegel. Eh, asik juga ada makanan Padang ekstra jumbo porsinya. Ditambah Nia Dinata dan Jay buat ngisi acara jadi agak cuci mata sedikit, ngelihat slide yang seru.

Jam setengah 5 cabut super kebut ke rumah Inako dan mobil Sally yang ditumpangi seperti menyanyikan lagu lullaby walhasil tidur 5 menit saya terasa panjang...

Music robbery

I robbed some of my friend’s mp3 songs and really, I am very pleased. I said that he must give me his old songs collection or I’m going to stick his left hand with super glue so he couldn’t write and will have to use his right hand like everybody else! Of course it was a silly joke. Then so I finally got several all time memory songs I’ve been dreaming of.
Type of songs I like, is an old song well.. 80s until early 2000 just because I think old song is really great. They have a deep meaning and great beat. I couldn’t move my body while hearing nowadays song because all I can do is, raising my eyebrows! As recording gets easier and happening, people can make music then publish it just like that. Easily. Duh. So many artists, so much choices, that make it unfamous. Many artists have no character that

Morning blues

Setiap pagi saya tak pernah bangun pagi. Rasanya pagi itu malam dan siang itu adalah pagi. Tapi hari ini, pagi ini saya terpaksa bangun subuh karena ya.. ketiduran jam 10 sampai subuh dan belum bikin tugas yang akan dipresentasikan hari itu juga. Bla bla bla akhirnya selesai masih agak kasar dengan file Adobe Illustrator yang ternyata besarnya 780 MB! Apa ya maksudnya, ternyata karena saya besar-besar ukurannya, hihi..
Yang paling anehnya, saya ditemani oleh tayangan yang super lama banget yaitu Tuyul dan Mbak Yul. Dilanjutkan dengan acara gossip pagi (oya, Dewi Persik sama Ipul akhirnya cerai.. umm.. sidang Gary Ishak digelar..) sambil sarapan (yang dimana sudah sangat jarang saya lakukan dan malah saya bawa untuk bekal siang) ayam suir suir cabe, oseng tahu, dan sop, dan nasi. Ah… lumayan lho kosan saya makanan paginya heboh.Ditambah Cappucino extra Choco Granule.
Rasanya saya mau tidur lagi..


Friday, 30 November 2007

Flavour of Live - Utada Hikaru

"arigatou" to kimi ni iwareru to
nanda ka setsunai
"sayounara" no ato mo tokenu mahou
awakaku horonigai
The flavor of life

tomodachi demo koibito demo nai chuukan chiten de
shuukaku no hi wo yumemiteru aoi furuutsu
ato ippou ga fumidasenai sei de
jirettai no nannotte baby

Repeat

amai dake no sasoi monku
ajikke no nai tooku
sonna mono ni wa kyoumi wo sosorarenai
omoidoori ni ikanai toki datte
jinsei suteta mon ja naitte

"doushita no?" to kyuu ni kikareru to
"uun, nandemo nai"
sayounara no ato ni kieru egao
watashi rashikunai

shinjitai to negaeba negau hodo
nandaka setsunai
"aishiteru yo" yori mo "daisuki" no hou ga
kimi rashiinja nai
The flavor of life

wasurekaketeita hito no kaori wo totsuzen omoidasu koro
furitsumoru yuki no shirosa wo motto sunao ni yorokobitai yo
daiamondo yori mo yawarakakute
atataka na mirai te ni shitai yo
kagiri aru jikan wo kimi to sugoshitai

Repeat



The Flavor of Life

*Somehow, it's painful when you say "thank you" to me,
The lingering magic after "goodbye" is bittersweet
The flavor of life, the flavor of life

We are green fruits dreaming of harvest day
Somewhere in the middle point between friends and lovers

All because I can't take just one step forward
What's vexing me so, baby

*Repeat

Saccharine sweet words of enticement, bland talk
Those things don't pique my interest at all

When things don't go as planned
Life isn't something thrown away

When I'm suddenly asked, "What's wrong?" (I reply) "Nothing."
(Now that) my smile has disappeared after "Goodbye", this isn't like me (at all)

Somehow, the more I pray that I can believe, the more painful it is
Isn't it more like you to say "I like you" than "I love you"(2)?
The flavor of life

When one suddenly remembers the fragrance of someone just forgotten
I want to honestly be able to enjoy more the whiteness of snow piled thickly

Softer than a diamond and warm is the future
(Which) I want to hold in my hand
I want to spend my limited time with you

*Repeat

Sunday, 11 November 2007

Skak mat

“Jangan cerca saya!”, geram Alida. Sudah bertahun-tahun ia hidup dalam ketenangan dan kebahagiaan sampai pada suatu saat, saatini, ada seseorang yang hadir dalam hidupnya selama waktu lima minggu, serta merta mengeluarkan pendapat jahatnya. “Saya suka mengeluh? Tidak! Tidak pernah terbesit sekalipun untuk mengeluh! Tidak akan, Dion!”, kata-kata itu terdengar hampir di seluruh lobi mall. “Tidak secara kata-kata, tapi secara tindakan, Lid. Saya bisa membacanya. Kamu tidak pernah mengatakan sesuatu yang nyata keluhan, tapi gesture kamu menyatakan demikian.”
Siapa Dion ini sampai beraninya dia mengatakan Alida suka mengeluh? Alida sama sekali ‘bersih’. Ia disukai orang, ia selalu dicari dan menjadi primadona sekitarnya. Alida itu.. dia… jujur, dia sangat disayangi semua orang.. Dion, bukan siapapun. Hanya kenalan saja. Baru tiga kali ini mereka bertemu. Dan kali ini yang terakhir kalinya mereka akan bertemu, setidaknya itu yang terbesit sekilas di kepala Alida sejenak setelah Dion ‘mencercanya’. “Apa dasar pemikiran kamu, huh?”, Tanya Alida untuk yang kedua kalinya. Kali ini panas kepalanya tak dapat tertahan lagi. Umbaran dampratan bernada halus pada akhirnya keluar sudah. “Semua yang kamu kerjakan untuk orang lain, segala kesulitan yang kamu terima dengan lapang dada, tapi tidak sebenarnya di hati kamu. Kamu kerjakan semua, kamu cari solusi mengerjakannya, walau bagaimanapun caranya. Semua ‘musibah’ yang kamu dapatkan, sama kamu dibalik pemikiran itu menjadi sebuah anugrah. Kamu membohongi kenyataan. Menerima musibah dengan ikhlas? Bagus sekali. Tapi tidak begini caranya. Lelah kamu, kamu jadikan hadiah. Senyum kamu, kamu jadikan kedok. Lama kelamaan itu semua menumpuk, kamu membohongi diri, Lid. Tidak secara langsung, tapi saya selalu bisa melihat keluhanmu dari segala segi tindakanmu di belakang mereka.”
Wow, kata-kata yang panjang. Tak terbesit di benak Alida itu semua akan keluar dari mulut Dion, seorang stranger by the day, untuk hari ini. “Saya.. saya jadi tak kenal kamu, Dion. Saya malah melihat kamu yang mengada-ada. Kamu bukan Dion. Bukan Dion yang saya kenal. Saya tidak seperti itu, Dion. Sama sekali bukan. Tunggu, kita baru bertemu tiga kali dan kamu bisa menebak saya dengan begitu cepatnya? Kamu bahkan belum kenal saya! Kamu bahkan tak tahu saya sama sekali. Tidak sedikitpun rahasia saya yang pernah saya keluarkan ke kamu, hidup saya, tidak sama sekali. Jadi tolong, singkirkan pikiran mengada-ada itu, Dion…”
“Nggak,Lid. Saya tahu kamu sudah lima tahun. Sangat tahu. Saya bisa memberikan buktinya. Kamu tak akan mau tahu bagaimana saya bisa mengenalmu sebegini jauhnya..”, jawab Dion segera. Alida makin bingung. Amat bingung. “Dion, ggak mungkin. Bagaimana bisa, saya sama sekali tidak kenal kamu seperti ini..” Dion tersenyum,”Bagaimana kalau saya bilang, selama lima tahun ini, hidup kamu semua skenario rekayasa?” Alida sama sekali ling lung. “Kamu aktrisnya, saya sutradaranya..”, Dion sekali lagi berkata. . .

Tuesday, 6 November 2007

Easy health actions

Move a lot
Tidy up my room
Wake up in the morning and kiss the early sun

Washing face, at least twice a day. With facial soap! And oh, with cold water.
Do scrub. Once a week. Face-body-feet.
Do massage. Alone, if you have no money. (I don’t. Sniff..) Face-head-feet.
Hear music, any kind you like
Walk. A lot of walking
Anything that can make you sweat.
Sudoku
Crosswords
UNO Card
SmilingShit! SMILING ( it takes a lot of work for me )
Do not use ‘shit’ word
Or any kind of dirty words
Did I said ‘do not’? I mean, use it wisely..
Avoid smoke
Avoid smoking
I mean it, hey!
A lot of water
Tea, green tea
Avoid noodle too much
Face exercise
Play smart
I didn’t say play safe.
Smart ass
Read people
SING OUT LOAD
SCREAM OUT LOUDDDD

Release your bad energy, wisely. Umm.. sleep maybe?
Or just play boxing.
Avoid anger. Dude, anger makes you look bad.
MILK, yey! Chocolate is good.
Veggies of course..
Fruits of course..
Be ridiculous
Never be afraid to try, to learn, anything new, and useful
Pray
Write down anything
Move.. move..move!
Draw even if you can’t
Ginger tea
No tight outfit
VITAMIN C
Enough sheep sleep
Aahhhh.. just hibernate if you have time
Hang out with friends. Friends make perfect
Family comes first
Positive thinking
Be positive
Act positive










3 become 1

Please gather these 3 so they could join together and become 1 only?
Didn’t know which one is stronger or they’re all racing together?
Sometimes it’s hard to think, even to decide if these 3 always out in the same time.
If only I have the power to control…

I’d be better

10 Daftar Untuk-Dikejar-Ayo-Berusaha-Semangat:



1. Seminar mengenai Sosrodjojo vs. The Coca Cola Company!
2. Judul TA dan apa yang mau diomongin, ayo kejar TA sampai tuntaasss!!
3. Milih pakaian yang cocok saat sidang TA. Mari membaca teori warna dan kesan yang ditimbulkan!
4. Wisuda tepat waktu! Barengan temen-temen. Frens! Masuk bareng, keluar bareng!
5. Pas wisuda, turun 5 kilo. It’s all the matter of health. I am 10 kilos overweight than my average weight.
6. Pas wisuda, rambut ala Scarlett Johanson atau gadis Bali yang disampirkan ke samping ya? Sudah cukup panjangkah rambut saya nanti? Make up? Smokey eyes dong!
7. Ayo ikut lomba-lomba gratisan kirim email, cari di Internet! Dapat, Alhamdulillah, nggak dapat, ya cari dan coba lagi lah!
8. Susun portfolio yang ciamik! Nawarin jasa seenaknya ke siapapun!
9. Konsen ke inisiative ad khususnya TVC yang menggunakan cerita edan!
10. Umm.. belajar baca Quran. (curang, yang ini terakhir)

Menyupir demi masa depan

Ijinkan saya menyupir, kawan. Tapi kenapa kalian selalu melarang? Tak bisakah saya membawa kemudi mobil kalian?

“TIDAK AKAN. Kau hampir membuat jantungku berhenti saat mengemudi di kampus lalu kita tinggal satu meter dari belakang truk minuman.”, kata Libby pemilik Jazz merah.

“Nanti saja ya, fit..”, Ina selalu berusaha agar tidak menyakitkan.

“Dulu lo belok di gang sempit kampus seperti mengemudi bom bom car”, jawab Anggi tentang Ceria-nya yang pernah saya bawa.

“Maaf fit, reflex lo selalu nge-gas. Bukan nge-rem”, kali ini Idun berbicara.

“Mungkin karena kita penganut jalur kiri, fit.”, jawab Ina jaman dulu ketika saya bingung mengapa mobil depan saya berhadapan persis di muka saya dan memberi lampu.

Mengapa kawan? Mengapa?
Lalu semua kawan saya menjawab serempak, “Belajar nyetir gih sana!”

Ahhh… iya saya lupa. Saya belum belajar nyetir. Belum punya SIM. Baru berani megang mobil di kampus. Namun setelah kejadian beberapa hal mengerikan, teman-teman saya tidak percaya saya lagi. Tidakkk..

Beberapa agensi menyupir saya telepon, namun saya belum berani. Ah lebih tepatnya, belum ada biaya. Ketika saya disuruh menembak SIM dan belajar sendiri, saya berkata, “Pakai mobil siapa? Kamu ya..” lalu mereka langsung diam dan menyuruh saya menabung. Baiklah kawan…

Pokoknya,
Kalau saya wisuda nanti, saya harus bisa menyupir dan membawa mobil nganggur di Jakarta. Biar saya pergi wisudaan dengan Mama tetap rapih dan wangi dan cantik. Biar kami tak usah mengangkot atau menebeng teman. Kasihan Mama.

Kalau saya mau lulus nanti kelak, saya bisa pindahan bawa barang ke Jakarta gampang.


Ahhh… Ijinkan saya belajar menyupir…

Thursday, 1 November 2007

Introduce me : Echa

Kau tak dapat menipu Echa karena kemampuannya menganalisa sangat tinggi.
Kau tak dapat membohongi Echa karena dengan mudahnya dia meneliti seluruh pergerakan matamu.
Kau tak dapat mempengaruhi Echa dengan kata-katamu karena dia pintar meneliti fakta.
Kau akan susah menyangkal hasil pengamatan Echa sekian lama tentang sikap yang kamu tutupi.

Karena Echa bermata tajam
Karena Echa memiliki segudang kamus perilaku manusia
Karena Echa cekatan dalam membaca sikap orang
Karena Echa dibalik diamnya, ia merangkai post it yang tersebar di otaknya, dan kamu adalah targetnya.

Wednesday, 24 October 2007

Papa pulang dan pergi

Saat Papa pulang pagi ini
Dia membawa sejumlah merpati
Katanya
“Lepaskan ini saat Papa pergi”
Ketika Papa akan pergi lagi malam ini
Aku melihat menit yang tak sabar menanti
Untukku membuka gerbang merpati
Agar mereka dapat mengiring Papa nanti

Pembunuh dalam air

Jadi saya punya kolam di rumah dan isinya banyak sekali ikan dengan berbagai macam jenis. Ada koi, mas, mirip koi dan ekornya melambai, gabus, patin, dan bawal. Ya sebagian besar penghuninya adalah ikan yang layak dimakan dan saya bingung kenapa bukan ikan hias yang ada di kolam saya? Apakah dulu saya yang menaruhnya? Mungkin..
Dulu pernah saya punya ikan cupang. Dia hidup sekian lama di kolam saya sampai akhrnya dia sebesar sandal jepit dan gepeng. Waktu masih kecil dia lucu. Dan bagus. Dan entah kenapa kok cupang masuk kolam ikan? Sayakah yang menaruhnya? Kayaknya begitu… Ada suatu saat saya diberi ikan mas koki. Dan suatu saat itu tiba dimana saya berubah malas menguras akuarium karena gampang sekali kotor dan buau buangettt. Jadilah si mas koki bahenol itu saya letakkan di kolam ikan saya itu. Lucu sekali melihat dia beradaptasi dengan lingkungan dengan badannya yang goyang-goyang kesana kemari sampai esok hari, tinggal kepala saja. Saat itu saya langsung menyalahkan si cupang nakal itu.

Abang ikan langganan saya mutar mutar depan rumah, saya melihat kolam ini tak ada satupun ikan berwarna RGB atau CMY. Adanya K alias black semua. Jadi saya membeli ikan kecil panjang warna merah muda totol putih. Wuiii… lucu sekali. Keesokan harinya saya bingung mencari ikan hasil beli saya kemarin. Mannaaaa… mereka? Yang ada hanyalah si cupang nakal itu, saya tahu karena badannya besar dan gepeng. Dia menengok kea rah saya seakan mengejek dan bertanya, “Zzzup Mamen?”, kurang ajar, pikir saya saat itu. Dan lebih kurang ajarnya lagi, ada ekor goyang-goyang keluar dari mulutnya.
Saat itu juga saya karantina dia di satu pojokkan kolam yang gelap dan dingin seperti penjara Azkaban. Esoknya saya memanggil abang ikan dan berniat menjual cupang super jumbo kepadanya. Sedih hati saya melihat cupang itu mengambang mati. Say atak tahu apa karena dia tak dikasi makan daging, atau lupa saya kasih makan pellet, atau kedinginan, atau sempit ruangannya, pokoknya dia mati beku seperti ikan mati. Ah sedihnyaaa…
Kembali ke ikan saya sekarang di kolam ini. Ada satu bawal sialan (kenapa ada bawal di kolam saya? Dasar bawal, seharusnya ada di piring malah di kolam. Saya yang menaruhnya ya? Lupa saya..) jadi si bawal ini telah merenggut nyawa dua ekor ikan lucu saya. Koi dan si satu ikan tak tahu jenis itu yang ekornya kemana-mana. Kecil sih.. Laporan dari Ibu saya bahwa ada ikan mati di kolam membawa saya bangun dari alam mimpi yang menyenangkan. Ketika saya lihat.. si bawal sialan itu sedang asyik masyuk memakani ekor ikan berekor bagus itu sehingga habis. Langsung saya usir dia, orang udah mati masih digangguin. Eh… sialannya lagi, siangnya ada satu ikan koi baru beli mati juga. Saya langsung menyalahi si bawal itu. Biar saja. Saya langusng bilang kepada mang Timan untuk mengkarantina si bawal nakal itu. EEHHHH. Lebih siangnya lagi saya liat dia mengejar-ngejar ikan mini. Kabur dia loncat dari ruang karantina. Lalu setelah perjuangan berat, Mang Timan mengurungnya kembali.
Lalu saya berpikir, ikan patin saya ada tiga, jangan-jangan siripnya pada copot gara-gara bawal. Atau cupang dulu? Apa mending mereka digoreng saja? Hiy, nggak sehat ah, tunggu mati tua saja.
Ah! Setelah berita ini dimasukan, bawal saya tewas. Juga ada 2 ekor ikan mini lainnya. Jadi, mereka pembunuh, atau saya pembunuh??

Bingung kereta belanjaan


Ketika saya sedang berbelanja di sebuah supermarket terkemuka di seluruh Indonesia, saya mengantri di sebuah kasir yang hanya buka satu kasir saja karena mereka-mereka banyak yang belum pulang mudik saya rasa. Dan satu hal yang bikin saya bingung adalah, di hadapan saya berderet kereta belanjaan yang entah siapa yang punya. Dan nampaknya si mereka yang sudah belanja, mengantri di kasir, lalu selesai membayar pun juga peduli kacang sama kereta belanjaan itu. Saya tak tahu itu milik orang yang saat itu sedang membayar, atau si dia yang sekarang sedang menaruh barang di kasir.
Akhirnya saya mengambil inisiatif sendiri saja mendorong kereta belanjaan itu beserta keranjang belanjaan yang juga berserakan di lantai ya Tuhan! Si dia hanya melihat saya dengan tatapan mesra yang saat itu minta saya tonjok. Mbok ya toh di dorong atau dipindahkan, ya saya tahu itu bukan milik kamu atau milik kamu yang disana hey! Tch..
Nampaknya sikap ini-bukan-punyaku-jadi-ya –biarin-aja-mau-ganggu-kek- di sini masih sangat terbuka lebar cihuy. Dan .. dan.. ya itu dia! Semuanya begitu. Terserah saya mau menggunakan majas pars prototo untuk hal ini, pokoknya orang sini ya begitu. Masih banyak yang begitu. Tak tahu kurang dididik atau mereka memang kurang terdidik keadaannya, tapi kalau dibiarkan begitu saja akan susah juga.
Saya ingat artikel yang pernah diluncurkan oleh Readers Digest sekitar.. tahun lalu nampaknya. Tentang kurangnya kesadaran orang terhadap orang lain. Disana dijabarkan beberapa contoh, menahan pintu lift, mengambilkan kertas-kertas yang berhamburan, dan selamat, Indonesia menempati posisi yang lumayan tidak mengenakan. Ah kasihan. Ayo mari kita sadar diri!

Tuesday, 2 October 2007

Identical stooges


We were a group of class clown. No. Just me and a friend in the picture. (Guess! Which two members of these odd girls are F.R.E.A.K with capital). The school badge and tie were blurred due to prevent self humiliation. Thank you.

Wednesday, 26 September 2007

Barking for something?


Here's what i'm gonna do: take out that silly mask, carry him to the living room, roll him in the carpet, and just say,"nice try"

Monday, 24 September 2007

Tiba-tiba suka sebuah buku

buku marketing.hasil bajakan kosan temen. mulanya berat untuk membaca. eh ternyata seru! melihat perbandingan marketing dalam negri dan luar negri. ah!

Senyum ini milik siapa?

Ada seseorang meninggalkan senyumnya di pinggir jalan. Ada seseorang lupa meletakkan senyumnya di wajahnya. Seseorang itu nampak seorang perempuan karena senyumnya ini sangat manis. Seseorang itu juga… terlihat seperti seorang yang pelupa, atau tidak mau tahu akan keberadaan senyumnya? Bisa keduanya.

Aku datang menyusuri jalan, mengikuti jejak yang ditimbulkan oleh si pemilik senyuman itu. Sungguh… senyum ini membuatku penasaran. Kulihat jejak berwarna biru tua ini terlihat sangat menggelikan. Jalannya berliku-liku. Aku pun mengikutinya sambil menahan tawa dalam hatiku.

Perjalanan panjang kulalui. Senyum yang kusimpan di dalam sapu tangan ungu ini membawaku jauh dari tempat dimana kutemukan dia. Senyum ini membawaku melewati lapangan yang luas, hamparan rumput yang indah, sekelompok penyanyi pinggir jalan dengan suara memukau, tumpukkan buku yang hebat, sampai sebuah patung yang sangat megah. Senyum ini membuatku lelah.

Jejak biru tua itu terlihat makin menipis. Aku tak sabar ingin menghampirinya. Memuaskan rasa keingintahuanku akan pemilik senyummanis ini. Serta merta menanyakan alasan mengapa dia sampai teganya meninggalkan senyum seindah ini.

Jejak biru tua itu habis beberapa langkah kemudian. Aku terdiam di sebuah kotak telepon tua yang sudah usang. Disekelilingku? Tak ada apa-apa kecuali pepohonan rindang. Dari sudut kanan terdengar suara derap langkah ringan. AKu menoleh ke arahnya dan mendapati seorang perempuan yang sangat menarik. Kuyakinkan diriku bahwa senyum ini pasti miliknya setelah aku memandang wajahnya. Aku menghampirinya, diapun menghampiriku.

“Senyum ini pasti milik kamu… “, kata kami bersamaan.

Kami saling berpandangan, dan saling tersenyum.

Dalam suatu Februari

Suatu hari di bulan Februari, Anna berdebar-debar menunggu sms yang akan datang ke handphonenya. Dia menyiapkan segelas teh hangat, buku novel favoritnya, dan lampu tempat tidur yang menyala. Waktu menunjukkan pukul 23.58 dan jantung Anna tak henti-hentinya berdebar.
Tepat pukul 00.00 ada sekitar 2 buah sms masuk, Anna tersenyum kecil dan segera membalasnya. Sampai pukul 03.56 pun sudah sekitar 8 sms yang telah dibalas. Keesokan harinya senyum kecil Anna tak henti-hentinya tersungging. Sampai tiba saat malam harinya, Anna berharap-harap cemas. Lagi-lagi jantungnya masih berdebar-debar.
Waktu sudah menunjukkan pukul 23.58 ketika satu buah sms masuk. Anna tak sabar dan segera melihat apa isi sms itu, senyum kecilnya kembali tersunggingkan. “Happy Birthday hon..”, kata temannya di seberang pulau sana. Anna membalas sms itu. Waktu sudah menunjukkan pukul 00.02 dan mulai memasuki tanggal 15. Anna terdiam sedih karena sms ucapan Happy Valentine dari gebetan barunya tak kunjung datang.

Sunday, 23 September 2007

Tea Addict

While others devote themselves to coffee, I’d rather to drink tea. It’s light, it’s relaxing. For me..
When the coffee shop became a trend in Jakarta, I was one of the victim of trend. I was thinking, ‘what does it feels like to sit in there, talking about project with client, or just reading book nor newspaper.’
My first experience in a coffee shop, named Starbucks (hey, is there anyone who doesn’t know Starbucks? Yea, great marketing!). There are loads of different name of coffee and I had no idea of any. Okay, I was a 15 years old pre-teenage girl who tried to be cool in a coffee shop. And after making an order, I sat next to my sis. I said, ‘What a tiny cup of coffee!!! Expensive! Let’s see if the taste worth the price!!’
BLOODY HELL
IT’S BITTER
BITTER THAN MY LOCAL HERBS NAMED ‘BROTOWALI’
Info: brotowali is a name of a traditional herbal. Looks like a stick and you need to boil them, then drink the water. But be careful for beginners: it’s very bitter! VERY BITTER!! AAARRRGGHHH!! But if you get used to it, well, it’ll taste like mineral water (with a bit bitter taste in it). Good for cleaning your blood.
Back again, the coffee was an espresso. 100%.
I put loads and loads and loads of milk and sugar but it didn’t make any difference.
Naahhh… I decided not to be a coffee addict. Maybe yea.. twice a month. Light coffee like Nescafe or Sanka (decaf). I’d prefer JUST coffee. No moccacinno or cino cino cino whatever.
Back to the main topic, Tea Addict.
Hmm… I like tea.
Red tea
Black Tea
Lemon Tea (own squeezed lemon, not in a restaurant)
Ginger Tea ( hand made please! Good for throat, if you have cough.. I mean it! It’s GOODDD!)
Earl Grey Tea (once a month, special occasion, expensive!)
Teh Botol (Bottled Tea, a brand, available in Indonesia)
Tea with creamer like Coffemate, uuuuu…..

AND TEA TEA TEA!!!
Good for relaxing..
And hey, the tea bags is good for your eyes too. After a long hard day, you sometimes see a dark area under your eyes. Just put tea bags on it before you sleep (about 10-15 minutes). And it feels fresh after it. BELIEVE ME

Thursday, 20 September 2007

Can’t stay like this for any longer!

I’m in my last year in campus (amen..) and there’s no more practices task, like advertising experiment, compositions, sign system, playing with ink, poster paint, hand drawing, and bla – bla, no more anything with concepts and hand work.

What lies in front of my eyes everyday is WORDS WORDS AND WORDSSSSSSS. Dealing with social campaign, concept, semiotics in advertising, and God I wanna puke right now.
It’s not that I HATE WORDS and ANALYSIST, for real, I REALLY LOVE THAT KINDA STUFF (for real my friends, I mean it, it’s written in capital so you know that I’m not exaggerating).
 
IT’S JUST:
1. I have to read books. I’m really weak in this. I rarely, no.. VERY RARERLY to read books. What I mean is books as a syllabus. I’d prefer natural science, history, kind of book. And with pictures. And maybe should I mention: pocket book? Smaller.
NO! NO! NOOOOOO
I HAVE TO LIKE READING!

Okay, positive suggestion..
I LOVE READING
LOVE READING
LOVE READING
LOVE READINGGGGG

*hueekkk!! –puke*
I REALLY LOVE READING!!!
Two days ago I attacked my friends room and took over his books. By the thought that I’ll finish those books quick. I dunno!!! You know, I can read three pages and forget all after that. WHYYYY???? WHYYY??? My mom always tells me to read. She told me that when she was in England, her teacher always gave all the students, a reading task. And it’s not just ordinary books, it’s literatureeeeeeeeeee.
Positive suggestion: I know that I WILL love reading. I should learn to love books. I like to write, how come I don’t like to read, hey? READ READ READ BOOOKKKKSSSS.
I should learn before knowing it’s too late

2. I’m a deadline person. I do job by deadline. IT’S BAD! IT’s JUST NOT RIGHT. Okay deadline, but I should’ve done a few before the deadline. I have to change the way I think about deadline.
Deadline: is a time when you stay in bed enjoying your tea and thank God your job has finish.
NOT
Deadline: is a time to start your job
OR
“Ow, my idea always come when I hit deadline..”
NO!!!
NOO!!!
BACK TO THE FIRST DESCRIBTION ABOUT DEADLINE WILL YA

3. Lack of sleep. Very lack of sleep. Especially in this fasting month.Okay, I wake up at 9 am in September 19, then la la la campus stuff… , then finished my job at night start at 9 pm that day, having breakfast at 3 am (because it’s fasting month) at September 20 and sleep at 5 am, two hours after. And wake up at 8 am. No I’m lying, at 9!! At that time I should’ve sit in class. I only have 4 hours to sleep, no coffee (don’t really like it), and keep opening my eyes for 20 hours. And it happens almost everyday since a month ago.
I’M GONNA DIE
Goodbyeeee….

4. But thank God I have enough nutrition. Enough eat, fruits and veggie, milk always, water always, ahhh…
BUT I NEEDDD SLEEEPPPPPP
I’M GONNA DIE
-the dead 65kiloes meat-

Coincidence? Is that so?

One coincidence
In a collusive way
Well planned
Is it good or bad?
Is it right or wrong?
What is more important?
The result
Or
The process?
Maybe a coincidence
Pure coincidence

Yeah
I like that.

Yetti


a yetti lives alone
in a dark cave
surrounding by wild plants
in the corner of the jungle
he is very confuse
am I the only yetti?
where is the other yetti like me?
am i..
am I a yetti?

Monday, 17 September 2007

Mr.Sesame

You will never know why I like my mr.sesame
You will never know why his name is mr.sesame
You will never know what mr.sesame looks like
Because he himself doesn’t know his name

I like my mr.sesame
I like the first time we met about three months ago
I like his hidden expressions, the way he brilliantly hold himself
I like what he said, his mind, and his thought about life, about the world, about everything!

Oh my dear mr.sesame

Unfortunately time stopped me
Stopped me from seeing mr.sesame
Stopped me from having the unexpected daily feeling
Stopped me from my mr.sesame

Though I know the word ‘goodbye’ isn’t everything
Yet I ‘d prefer to ‘see you again’
By any way
In anytime
In some place only God know
I like my mr.sesame
Is it okay to like you, mr.sesame?
Even I know, that you, don’t know that, you are:
my mr.sesame . . .

Introduce me : Estelle

Estelle sangat bahagia
Karena pada akhirnya
Ia merasa
Bahwa tidak memiliki sebuah batu permata
Bukan akhir dari segalanya

Pada mulanya
Estelle sangat tidak bahagia
Karena ia terus berjalan
Terkadang berlari kecil
Juga berhenti di berbagai tempat
Dan terus menanyakan
Pada penduduk setempat,
“Kamu kah pribadi saya?”
Estelle tidak senang
Kalau penduduk setempat berkata,
“Bukan. Ini pribadi saya.”
Lalu mana pribadi Estelle?
Estelle suka merasa kehujanan
Titik hangat mengalir perlahan
Ia mendongak ke atas
Dan melihat sebah cermin besar
Cermin itu memantulkan wajah Estelle
Yang menangis
Karena pribadi yang belum diketemukan

Estelle suka merasa kosong
Estelle suka merasa kagum
Akan sesama manusia
Yang bukan seperti Estelle
Mereka memiliki
Sekaligus mengkalungi
Batu permata pribadi
Dengan warna masing-masing
Yang sesuai dengan diri mereka
Estelle melihat ke dadanya
Mana kalung Estelle?
Lalu Estelle sudah tak tahan
Ia bersembunyi dalam suatu ruangan
Yang sempit pada jalan setapak
Lalu membesar seperti gua
Dan pada akhirnya Estelle tak dapat mengukur ketinggiannya

Disanalah Estelle terdiam
Dan terus membandingkan
Dirinya dan sesama manusia
Berhari-hari
Sampai Estelle lupa waktu
Lalu tiba pada suatu pemikiran
Yang dimana Estelle gabungkan dengan pemikiran lainnya
Yang dimana Estelle gunakan peta pemikirannya
Untuk menyambung-nyambungkan pemikirannya
Yang satu dan yang lainnya
Yang lainnya dengan yang satu ini
Dan pada akhirnya Estelle tersenyum
Estelle sangat bahagia
Karena pada akhirnya
Ia merasa
Bahwa tidak memiliki sebuah batu permata
Bukan akhir dari segalanya

Sudah lama tak tertawa lepas seperti ini

ANATA SALON. Tempat dimana pada hari Sabtu kemarin saya melakukan creambath. Awalnya saya ragu karena terkenal dengan mahalnya. Tapi berkat rasa keingin tahuan saya dan bujukan sihir teman-teman akhirnya saya luluh..

Sampai di lokasi di daerah Setiabudi, kita memasuki si salon itu.
37.000
Oh oke..
Cream alpukat tambah 6.000
Hah? 37.000 itu apaaa?
Blow biasa tambah 3.000
Hah? Blow apa 3.000? Murah amat (ya kalau diitung satuan..)
BODOLAH
Yang penting pijaaatttt
Saya dapat giliran pertama krimbat. Kata Tiara teman saya, “Dia aja duluan mbak, rambutnya keriting soalnya.” Lha ya apa hubungannya toh tir??

Didalam, “Ganti bajunya mbak..” Saya dikasi kemben biru karet kayak handuk. Hah? Buka baju? Oh well, ini kan ruangan khsuus cewek. Baiklah. Blab la bla buka baju, hanya pakai bra dan tank top, cuci rambut, di kasih krim, dan voila. Pijat kepala dimulai.
Hhh… Saya membayangkan selama 1 jam, meski nggak mungkin sejam juga sih. Lalu saya sms temen saya mengabari ke enakan saya saat itu. Tapi dia bilang, “Fit, krimbat kan makruh.”
Saya jawab, “YAAAHHH. Gimana donggg? Biarin ah, gadapet pahala juga tapi kan boleh.”
Dia jawab, “Ya, asal niatnya biar kulit kepala dan rambut jadi sehat aja.”
Saya jawab lagi, “Tapi niatnya biar dipijettt….”
BODOLAH
TAPI KOK TAPI…
Pijet kepala ini Cuma sebentaaarrrrrr. 37.000 mana ini pijet sebentar doang???

“Mbak, pindah ke sana ya..”, kata si mbak paras mesem tanpa tawa.
“Hah?”, kata saya memandang kursi super aneh. Lalu sya dudukin kursi itu dan, “Salah mbak, madep sana, kaya mbak ini..” OOOHHH… Ya namanya baru pertama ke sini, maklum lah mbak..

BRAT BRET BROT.
Copot sana sini, yang tersisa adalah punggung saya yang siap dipijat dia. AHE AHE ASIK. Ketika krim dilumurkan ke punggung, saya berpikir, wahhh.. asyik nihhh.

NJUT NJUT.. pijat bahu, punggung dan
“BUAHAHAHAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”
Ketawa saya nampak keras sekali. YA BAYANGIN DEH
1. Saya biasanya disuruh mijetin orang gitu.
2. Saya nggak pernah dipijet
3. Saya yang mijet saya sendiri karena kalau orang lain suka nggak keras (kecuali ibu saya waktu saya keseleo, apa memang itu sakit atau dia yang keras?)
4. Saya ternyata punya titik sensitive
5. Titik sensitive saya kalau dipijat, kayak tombol ketawa
Ya saudara-saudara, dapat dihitung sampai berapa banyak kali saya ketawa kenceng banget. Pikiran saya kala itu, “Buset.. Udah lama banget gua nggak ketawa kenceng dan lepas kayak gini. Gua kangen ketawa lepas. Ini ketawa gua yang tulus. Dan mbak ini yang bikin gua ketawa tanpa disengaja.”
Seberapa banyak usaha saya untuk menahan ketawa, bikin badan saya kaku dan kenceng karena O My God.. emang nggak bias ditahan. Kayak lagi mau muntah atau (maaf) mencret dan ditahan gitu ya nggak bisa lah.. Jadi waktu itu, kayaknya mbaknya mikir, “Yeah, nice try..”
Ternyata selain mijet, saya dilulur juga, meski cuma punggung dan tangan tapi enaakkkk. Dan satu lagi yang bikin ketawa saya LEBIH kencang adalah: alat pemijat punggung yang kayak shower gede ditempelin ke punggung, bunyinya BRRRRRR BRRRRRR BRRRRRRR. Dan ketika sampai di titik sensitive itulah, bisa dijamin ketawa saya keluar.

Puasa dan Tarawih

Bersyukurlah saya diberi makan saur-tajilan-dan makan malam di kosan selama saya puasa. Tentunya dengan membayar per hari, tapi menurut saya harga yang saya keluarkanitu cukup sekali. Bahkan kalau di hari biasa, dengan harga segitu hanya dapat sekali makan.
H-1 anak-anak pad minta maaf sebelum puasa. Ada juga yang meneriaki junior saat mereka ngaco di lapangan pas kita semua mensuporteri fakultas tanding melawan Geodesi. “Habis-habisin sebelum puasa lah!”, kata salah satu oknum yang teriakannya juga keras. Saya? Kan saya senior baik hati.. Adanya jug asaya dan beberapa teman makan di Wendy’s yang baru buka di Braga. “Puas-puasin..”, kata teman saya penggila segala jenis keju sembari menceburkan burgernya ke dalam keju cair. Walhasil, dengan segala keniatan, saya buru-buru makan Arby’s lalu dilanjutkan tarawih di Mesjid yang tak-sengaja-ditemukan-ketika-ban-motor-temen-gembes. Kosong.. sepi..suratnya dikiitt.. ahhh..
Hari pertama puasa tak terasa karena kita sibuk sama kuliah. Saya sudah tahun keempat dan yang ada sekarang bukan praktek tapi laporan-laporan-laporan. PUSING!.Tapi ya kita musti sabaaarrrr sajaaa…
Tarawih kedua pada hari Jumat kemarin, saya senang soalnya Ustadnya ceramahnya, meski agak lama, tapi super lucuuuuuu. Sabtu saya ngak tarawih. Hari Minggu ini, saya super kebo. Tidur jam setengah enam pagi habis Subuh, bangun jam TIGA SORE LUAR BIASA! Apa – apaan ya? Ahh.. DImarahi mama, katanya, “bagus.. terus aja.. nggak mandi.. tidur mulu.. mandinya besok senin saja gimana?”, MAMAMAAAAaaaa!
Inti yang mau diceritakan adalah tarawih hari Minggu ini. Akhirnya setelah sya bangunjam 3 itu, badannya serasa lemes, akrena kebanyakan tidur, dan sehabis buka, dilanjutkan mandi, lalu tarawih. Saya berharap Ustasnya ya yang kayak hari Jumat itu. Eh ternyata bener. Dan ceramah yang lama itu diselingi tawa kita-kita semua di lantai satu, khusus perempuan dan Ibu-ibu.
Ustad (U) : “Sedekah itu, tak perlu dengan uang. Bisa juga cukup dengan Sholat Dhuha. Tapi jangan lantas tiba- tiba ada pengemis dating ke rumah, ‘Bu, mint asedekahnya..’ lalu kamu bilang ‘Ah, saya kan sudah Sholat Dhuha’, ya janganbegitu..”
Kita (K) : “BUAHAHAA”
U: “Sholat ya kalau nggak diniatkan sholat ya sama aja. Bagi kaum pria, mikirin motor misalnya. Pas lagi tengah – tengah baca doa, tiba-tiba, Inna Suzuki.. Yaaaa maha.. Lha ya kok jadi merk motor yang kepikiran?”
K : “BUAHAHAAA”

U: “Bapak-bapak, ibu-ibu.. Ngorong itu batal te?
U: “Tau nggak ngorong apa? Ngorong the ngupil. Batal nggak kalau puasa?”
Cewek sebelah saya: “NGGGAAAKKKK”
U: “Batal atuh.. Habis ngupil lalu, ammm.. dima’em.”
Saya: “Yeee.. (dalam hati)”
U: “Jangan lantas lagi puasa, semua yang item kecil dikira kurma.”
Saya: “BUAHAHAAAA…KURMAAAA”
U: “Bapak Ibu, apa lagi yang membuat batal puasa? Biasanya ibu-ibu nih..”
Yang merasa sudah ibu-ibu dan suka ‘begitu entah apa’: “GOSSIIIPPPPP…!!!”
U: “Betul.(Padahal Ustadnya lantai dua dan kita lantai satu) Membicarakan orang. Dan ini juga, seneng liat orang susah, susah lihat orang seneng. Betul?”
K: “Betuuulll…”
U: “Makanya kalau poligami yang seneng siapa?”
Ibu-ibu: “Suamiiii…”
U: “Kalau yang susah lihat orang seneng? “
Ibu-ibu: “…”
U: “Istri kann..? (selang beberapa detik kemudian…) Tuh kan Ibu-ibu di bawah matanya pada melotot semua…”
Ibu-ibu: (MELOTOT DENGAN HURUF KAPITAL)

U: “Senyum itu ibadah, kata Nabi. Tapi nggak usah kalian semua masuk ruangan terus mesem mesem nyengar nyengir nggak ada tujuannn..”
K: “BUAHAHA..”
U: “Saya pernah ada cerita. Waktu saya berdakwah di sebuah Rumah Sakit Jiwa. Ada salah satu dokternya cerita ke saya. Pasiennya ada yang mengaku sembuh dan ingin keluar dari sana. Dia nggak percaya, lalu akhirnya mau mengetes si pasien. Dia menyiapkan tiga buah. Mangga, jeruk,apel. ‘Kamu..ini buah apa?’
‘Ah dokter nih apa-apaan sih, itu kan manggaa..’
Waduh, kamu udah sembuh ya bener?
‘Kalau ini?’
‘Dokter ini, itu jeruk, masa nggak tahu sih. Nanya pula.’
Wah, ntar dulu nih, apa bener sudah sembuh?
Lalu yang terakhir dokternya nanya ke pasien apa nama buah tearkhir?”
K: “APEEELLLLLL…”
U: “Yak, kalian sudah sembuh, boleh pulang..”
K: “BUAHAHAAAA…”
Saya: “Sial.”
U: “Itu tadi berbagi cerita, bukan balas dendam. Awas, jangan ada yang nyolong kotak kencrengan.”
Hhhh… A good laugh to start the 11 rakaat pray. Hey, tawa dan senyum itu ibadah bukan?

The Year of The Yao



“The Year of The Yao” is a short documentary about Yao Ming, the what they said as an ‘export’ in a basketball history. “The Great Wall of Yao”, “The Ming Dinasty”, and many other superior nickname.
What makes me interested about this documentary is, I saw this very silent Yao. The man without words who lost in translation in the West country. I don’t know, it’s like one side that was a blessing. Represent his own country as a giant man with a very high skill of basketball. There’ll be no ‘china’ if there wasn’t because of Yao Ming. And in another side, a curse. “Yao Ming, from China..”, when somebody announced that name to become one of Houston Rockets chosen player, the stadium were goes like ‘UUUUUUUUUUUuuuuu…!!!’. And all I could see is, Yao Ming, a glimpse of smile on his face. A smile of ‘o, my name..’- smile. And his parents. A typical Eastern smile. Very polite, very shy, yet very warm. But what the ‘UUUUuuuu….’ People I mentioned before didn’t know is, Yao Ming’ll soon become a history.
Slide by slide the successful action of Yao were shown. And I was just like, damn man, this guy is ‘huge’! And I couldn’t stop starring my eyes on Yao. Until, it almost came to the top of the stories. Yao was getting tired. Tired of carry on the name of his country. Tired of being the ‘alien’ with only a translator whose also his very best friend in America. Yao often failed to dunk the ball and easily getting hit by his opponent. The worst is, when he had to deal with Shaq. AH! Poor Yao!
I can see the culture in this documentary. The east culture of being a tired one. We often just ‘sigh’ without words and just close our eyes, instead of cursing and swearing, and do vandalism action. I kinda forgot the end of the documentary but, what I remember is, his last smile before return to the West. The West, he said. Yes, because he is going back west to China. And when his translator were asked by reporters, “Can you ask Yao, what do you rally ‘mean’ to him.” And Yao answered, “I’ll recommend you to the next Chinese player.” And the room were laughing.