Bagaikan jalan raya, aspek-aspek sederhana seperti matinya lampu lalu lintas, banyaknya mobil lalu lalang sampai adanya acara publik di pinggir jalan secara otomatis akan menyebabkan kemacetan. Kendaraan pun jadi stuck dan tidak jalan sehingga macetlah sudah. Kalau sudah begitu, hal-hal sederhana tadi pun menjadi kompleks bukan?
Sama seperti usus kita. Makanan yang masuk dan tercerna melalui lambung dan usus halus pada akhirnya akan melewati usus besar. Si usus besar ini yang seharusnya menjadi jalan bebas hambatan layaknya jalan tol, toh akhirnya bisa terhambat juga. Karena apa? Banyak sekali faktor penyebabnya seperti:
1. Kurang asupan makanan berserat dan air mineral.
2. Kurangnya aktivitas.
3. Kebiasaan menahan BAB
4. Obat-obatan yang mengandung logam berat, sampai
5. Penyakit spesifik daerah usus
Normalnya, waktu transit sisa makanan pada usus besar adalah 20 jam. Dalam durasi 48 jam dapat dibilang moderat dan lambat. Ketika lebih dari itu (sampai 72 jam), istilah konstipasi/ sembelitlah yang berlaku. Buat yang susah BAB sampai jangka waktu yang sangat lama, wajib untuk berhati-hati lho!
Ranjin mengkonsumsi makanan yang mengandung probiotik seperti yogurt merupakan langkah yang tepat untuk mencegah lambatnya waktu transit usus. Karena fungsinya sebagai penyerap nutrisi dan memproduksi vitamin pada sistem pencernaan, probiotik pada akhirnya berjasa besar melawan pertumbuhan bakteri jahat dalam ekosistem usus sehingga penyerapan makanan berjalan lancar.
2 cup yogurt setiap hari merupakan langkah awal yang baik untuk urusan usus lancar bukan?