Wednesday, 16 November 2011

The Script!

Howdy all! Longggg time no see. Geez, these past months i've been busy (not really, or lazy?) to write and share anything in the blog.

Well, anyway i went to The Script concert in order to attend Guiness's Arthur Day in Pullman hotel Jakarta, last November 12. That was my second concert (the first one was on JavaRockingLand on 2009).




At first, i couldn't see a thing though i didn't stand far from the stage but then finally i could get closer! 

I only know the lyric for the last 1/3 performance + me on a closer look =
\(^o^)/

Wednesday, 27 July 2011

Usus Bebas Hambatan


Bagaikan jalan raya, aspek-aspek sederhana seperti matinya lampu lalu lintas, banyaknya mobil lalu lalang sampai adanya acara publik di pinggir jalan secara otomatis akan menyebabkan kemacetan. Kendaraan pun jadi stuck dan tidak jalan sehingga macetlah sudah. Kalau sudah begitu, hal-hal sederhana tadi pun menjadi kompleks bukan?

Sama seperti usus kita. Makanan yang masuk dan tercerna melalui lambung dan usus halus pada akhirnya akan melewati usus besar. Si usus besar ini yang seharusnya menjadi jalan bebas hambatan layaknya jalan tol, toh akhirnya bisa terhambat juga. Karena apa? Banyak sekali faktor penyebabnya seperti:
1. Kurang asupan makanan berserat dan air mineral.
2. Kurangnya aktivitas.
3. Kebiasaan menahan BAB
4. Obat-obatan yang mengandung logam berat, sampai
5. Penyakit spesifik daerah usus

Normalnya, waktu transit sisa makanan pada usus besar adalah 20 jam. Dalam durasi 48 jam dapat dibilang moderat dan lambat. Ketika lebih dari itu (sampai 72 jam), istilah konstipasi/ sembelitlah yang berlaku. Buat yang susah BAB sampai jangka waktu yang sangat lama, wajib untuk berhati-hati lho!

Ranjin mengkonsumsi makanan yang mengandung probiotik seperti yogurt merupakan langkah yang tepat untuk mencegah lambatnya waktu transit usus. Karena fungsinya sebagai penyerap nutrisi dan memproduksi vitamin pada sistem pencernaan, probiotik pada akhirnya berjasa besar melawan pertumbuhan bakteri jahat dalam ekosistem usus sehingga penyerapan makanan berjalan lancar. 

2 cup yogurt setiap hari merupakan langkah awal yang baik untuk urusan usus lancar bukan?




Thursday, 7 July 2011

Pre atau Pro?


Karena penyebutannya yang hampir serupa, banyak orang yang masih bingung membedakan antara Prebiotik dan Probiotik. Akibatnya? Mereka pun akhirnya menganggap kedua hal tersebut sama saja. Padahal bertetangga, lho!

Probiotik adalah bakteri hidup. Tentu saja jangan anggap dia ini sebagai bakteri yang menyeramkan ya, tapi justru kehadirannya sangat menguntungkan kita! Ribuan Probiotik yang terkandung dalam yogurt yang kita konsumsi dapat meningkatkan asam laktat yang membantu pencernaan dalam tubuh.

Agak bingung? Coba bayangkan, sekelompok Probiotik masuk dengan happy dengan kendaraan yogurt. Ketika mereka tiba di dalam, seketika menembus asam lambung dan hidup serta membentuk koloni di usus yang memiliki tugas sehari-hari membantu pencernaan kita agar senantiasa lancar :)

Prebiotik lain lagi, lho. Hayo, apa yang terjadi kalau kita kekurangan makanan? Pasti sedih dan kelaparan. Nah, prebiotik ini berfungsi menjaga probiotik agar happy terus. Betul sekali, prebiotik adalah makanannya! Ia adalah sejenis karbohidrat yang tidak dicerna oleh tubuh, tapi bisa dicerna oleh si probiotik. Prebiotik ini akan membuat probiotik menjadi segar bugar, sehingga aktivitasnya makin gesit dan meningkat.

Ketika kita menganggap bahwa konsumsi makanan yang mengandung prebiotik seperti tanaman ubi jalar, kedelai, bawang dan susu sudah cukup; berterima kasihlah kepada yogurt. Kandungan prebiotiknya yang berlimpah cukup untuk diserap, bahkan sampai  sejauh usus besar. Disana bukan hanya berfungsi sebagai tempat sampah yang mengantri untuk dibuang, namun justru juga sebagai lokasi penyerapan nutrisi yang dibantu probiotik.

So dengan adanya prebiotik, senyum probiotik dan juga kamu, akan semakin lebar!