Pages

Showing posts with label Dislike. Show all posts
Showing posts with label Dislike. Show all posts

Monday, 11 June 2012

Midnight Random Post

Here i am. Waiting for my laptop to loading for some image. Was wondering, should i add some RAM in it? This is madness and it begins to annoy me aghhh! ( ̄ー ̄)

That's all folkes. *sigh*

Tuesday, 6 July 2010

Hallo Morning

Today is the first day where 8.30 - 17.30 office time finally be set officially. At first i was like 'oh no! I haven't woke up at that time!' -knowing that i have a -within easy reach- home, about half an hour voyage :D 

The thing is, i am quite lazy and really believe that my comfy bed is my everything, and sleeping is the best part of life. A thousand times i have convinced myself to change that bad habit. Morning is awesome!, said Mama one day. You can get a free fresh air, healthy sun, and you can eat breakfast a lot while reading newspaper or spending hours in the toilet, throwing your filthy waste :D Nah- that, i don't see. I am busy. Busy? yes, busy sleeping.

I, somehow believe that this new regulation can slowly change my habit into a better morning appreciator person as i have ever wished. Sitting on a bus, peacefully with no rush is, an extraordinary feeling! Hope that it'll last forever :)



Monday, 22 February 2010

Salah bicara, binasa!



Sudah banyak terjadi, bukan, di dunia maya?


Bahaya nih buat orang yang nggak bisa ngerem bicara. Atau orang yang semua isi hatinya ditulis seakan-akan social media/internet itu diary prbadi yang rahasia. Atau orang yang panasan. Atau orang yang kurang pandai memetakan.

Lucu yah?

Jadi inget sejarah proses komunikasi. Dari kentongan, sampai morse, sampai surat burung, sampai surat pos, sampai fax, sampai pager, sampai telepon, sampai internet, sampai….

Kalau ibarat piramida, komunikasi sekarang makin membesar danbelum tahu akan sebesar apa. berlaku juga untuk kebebasan. Makin membesar dan gatau akan sampai sebesar apa. Tapi gimana dengan moral? Hmmm……


*mengetik sambil lanjut nulis di buku diary pribadi yang masih pakai kunci*

Tuesday, 9 February 2010

Bayi Itu nangis tanpa suara



Perjalanan menuju Sarinah Thamrin saya lalui selama hampir 2 jam dikarenakan macet berkepanjangan. Kala itu memang sedang hujan, perhitungan 30 menit sampai, hilang sudah.

Akhirnya saya sampai juga ke sebrang Sarinah dan tiba waktunya untuk menyebrang jalan! Biasa.. di jembatan Sarinah selalu ada 3 pengemis. Yang pertama pasti di tangga awal, di pojokan sama anaknya (duh.. takut jatuh dehh…. T_T ) yang kedua seringnya kakek-kakek, di tengah jembatan, lalu yang ketiga tuh di deket jembatan yang ke arah busway, Ibu-ibu sama anaknya juga. Tapi kali ini beda.

Kali ini saya hampir nangis!! Boohooo!! T^T

Huhuhuuu…. Pasalnya ada satu anak baru lagi, anak bayi banget!! Kayak baru seminggu gitu. Montok dan bersih dan..kenapa saya mau nangis? Bayi itu nangisssss ……… Huks.. :(

Seriously that baby was crying soundlessly. It didn’t scream, it didn’t wept like any other crying baby supposed to act. Dia nangis beneran nggak pakai suara! Nggak tahu ya, feeling saya bilang kalau ada bayi atau siapapun yang nangis nggak pakai suara berarti emosinya udah ketahan banget, udah pol banget nangisnya, udah dalam kondisi ‘nggak tahu mau gimana lagi’ kondisi yang sesedih-sedihnya. Saya kira dia lagi nangis yang diujung gitu (nangis kan gitu yah, misalnya udah teriak terus lagi face tarik nafas sehingga suaranya terhenti) ternyata nggak! Soalnya saya tungguin itu bayi. Jalan saya perlambat untuk ngeliatin dan nungguin reaksi si bayi itu.

Lalu kembali saya melihat ke arah si pemegang bayi. Seorang ibu-ibu yang diperkirakan baru berusia 30 tahunan. Ingin sekali saya bertanya, “Itu anak Ibu?”


Argh! Kenapa bayi harus ikutan ngemis? Biar orang jadi kasihan seperti yang saya lakukan kemarin sepertinya. :(



Sedih tauuu huhuhu.. :(

Sunday, 3 January 2010

Monday, 28 December 2009

Selamat! Anda layak dapat cibiran

Ketika para penarik gerobak sampah sedang berjalan dan Anda mengklakson di belakangnya.

Ketika para pengamen bersuara indah namun Anda memalingkan muka pura-pura.

Ketika orang-orang berlari mengejar lift yang mau menutup namun Anda hanya melihat mereka dari dalam tanpa berusaha memencet tombol open.

Ketika Anda merokok di dalam kendaraan umum.

Ketika Anda menghabiskan uang orang tua untuk hal-hal tidak berguna.

Ketika Anda dengan mudahnya menilai sesuatu hanya dalam sekali pandangan mata, padahal Anda bukan cenayang.

Ketika apa lagi?

Sunday, 27 December 2009

Kehilangan Martin

Sudah lewat beberapa bulan semenjak saya memiliki Martin dalam hidup ini. Dan baru sebulan ini saya menyadari kalau ia ada , hadir disana . Bodohnya saya! Bisa-bisanya saya lupa kalau dia ada disana. kemana saja selama ini? Bisa-bisanya saya melupakan kehadirannya...

Ini Martin (bukan foto sebenarnya tapi kurang lebih seperti ini) :



Yup, dia adalah Crayfish!

Jaman dulu saya membelinya, eh, adik saya deng yang membelinya diam-diam di tukang ikan dekat rumah. Katanya sih udang. Dulu hanya sebesar buku jari. Kecil bukan? Suatu saat ketika saya sedang bengong di depan kolam ikan, saya hampir keselek gara-gara ada udang besar berlalu lalang di dalam air. Kontan langsung saya teriak, "Kenapa bisa ada udang coba jelasin!!" dan adik saya dengan damainya berkata, "Oh, dulu aku yang beli. Udah besar kan?" -_-...

Oke sooo kejadian ini cukup menghebohkan saya secara pribadi karena, seumur-umur belum pernah lihat udang nyata di depan mata (kecuali diatas piring :D ), sudahgitu, besar banget pula! Martin sekarang sudah sejengkal panjangnya! Dan gelap badannya.

Oh ya, saya lupa bilang kalau Martin senangnya ngumpet di balik saluran air yang berisi bata-bata, bebatuan, karena disana dia bisa sendirian dan hidup tenang tanpa diusik olej ikan-ikan aneh lainnya.

PS: ikan-ikan aneh yang saya sebut adalah hasil menjarah ikan dari si abang ikan itu. Kenapa aneh? Coba saja pikir, jadi kami (saya dan adik saya) kalau beli ikan tuh nggak pernah konsisten satupun. Kita suka beli koi, waktu kapan guppy, terus tiba2 beli patin! Lalu ada lele warna warni, ikan gabus, ikan mas, ikan buaya, ikan naga(bentuknya kayak naga sumpah gatau apaan nama aslinya), terus terakhir ikan Silly (?) yang meliuk2 bak belut, terus tiba2 saya nemu ada ikan sapu-sapu! (baru tahu, habis dia gelap banget warnanya!). Walhasil kolam ikan di rumah isinya nggak karuan. Istilahnya, kolam labil, begitulah. :D

Kembali ke Martin. Karena saya nggak tahu akan kehadiran Martin, ya kami biarkan saja dia di kolam, tahu-tahu sudah sebesar itu! Otomatis saya merasa bersalah dong ya, habis kit akan nggak pernah beli makanan apa-apa. beli nya aja juga iseng. Akhirnya suatu hari, minggu lalu tepatnya kami belikan Martin makan mewah! Cacing!!! Ibaratnya perbaikan gizi. Anggaplah, ketika manusia sedang ada di kawinan di Hotel berbintang. itu namanya sedang perbaikan gizi (habis makanannya enak2 sih!)
Lagi-lagi kembali ke Martin. Tadi sore saya membelikan dia makanan mewah lagi dengan harapan melihat ekspresi datar dan malu-malunya ketika keluar dari batu, lalu meraut sekian banyak cacing tu dan lari-lari lagi ke dalam batu. Namun,

MARTIN HILANG.

Huhu....

Saya hampir mau nguras kolam saat itu juga demi menemukan Martin. Sempat kepikiran dia kabur ke kebun tapi kok nggak mungkin yah kan nggak bisa hidup di darat. Sempat kepikiran juga kalau dia nggaksengaja masuk ke lubang saluran air. Hiiyy!! Paling banter sih saya berpikir positif kalau dia sedang jalan-jalan karena bosan sama sudut itu. :)

Okay, jadi tadi akhirnya saya beli lagituh 2 udang, eh crayfish (tapi si abang tetep kekeuh itu udang) berwarna biru, sebesar buku jari juga. Ketika dicemplungin, dia sudah gampang beradaptasi dengan lingkungan dengan berjalan-jalan. Oya, namanya si Udangku dan Udangka.

Dan terakhir saya lihat, mereka nggak ada.
Oke, mudah2mudahan beberapa minggu kedepan saya keselek lagi dan nemuin Udangku, Udangka dan Martin sedang ada disana, berenang sambil menari-nari minta cacing.

Cheers!

Saturday, 19 December 2009

Mau isi bensin jadinya keringat dingin

Anu, jadi begini.

Pagi tadi saya berlatih mengendarai mobil bersama tante, sekalian itung-itung isi bensin.

Total berhenti = kurang lebih 20 kali.
Total mobil klakson = banyak
Total mobil yang mendahului dan ngeliatin = nggak bisa dihitung.

Pesimis mendadak. :|

Terus saya mikir gini, 'dulu kenapa saya bisa lulus tes menyetir dengan bangga yah?' Kayaknya karena si abangnya punya kopling deh di kiri!! (tempat dia duduk, sebelah kursi pengemudi).

Jadi, saya gagal karena balance saya buruk. Huh. Jadinya gitu deh.

Doakan saya 3 bulan kedepan sudah lancar yah!

Monday, 14 December 2009

Why do bule, seems like never cebok?


Okay i know that might not the best title. But you guys get my point kan?

Saya pertama kali notice hal ini dari pengalaman saya waktu ikutan les bahasa inggris di sebuah institusi bahasa inggris yang kala itu lumayan terkenal (ya, yang itu-itu aja sih..). Guru saya yang bernama ... emh..lupa. Oh ya! Mr.Simon namanya. Ujug2 saat dia kembali dari wc dia berkata, "I didn't get it. Why all toilet have spraying water?"

whutt
the
food??

Terus gua yang, "omydawg! maksud yey apa? jadi tiap anu ga pernah cebock?? EWW nasty!" ihhhhhhhh.
Terus apalagi kalau kit alihat di film-film bule, mereka gosok gigi juga tidak memakai odol, bukan?? Apa pas lagi di shoot itu, gosokan tahap 2 (yang odolnya udah di lepeh)?

EW.



Monday, 7 December 2009

Fcuk tchnlgy


I walk into the crowd. Exploring the habit. Observing the humanity. And ask, "what are you guys doing?"

There lies, bunch of living creatures known for its ingenious brain. Sapient. Busy for themselves. Eyes on a modernity devices. A mini thing filled with everything-they said. "A World in your hand" - they claimed.

I say hi, yet no reply. I yelled HI, then.

"Oh hi!", they said. No eye contact.
"Can i talk for a minute?", ask i
"Ok hold on, i have something important to do", they continue doing the typing thing, updating the status, the situation, unimportant one such as, 'eating a celery, they said what's worse is good for you' or just like 'hello morning! oh, it's 11 o'clock already!'

PFFT.

I can imagine myself hitting them with the nearest chair i could grab.

hatred. 


What if you could connect with others, in a way you've never thought before?
Then people are just friends as a word. As a statement. As a status.
Then you have your hundred thousand fans, friends. Who cares when you have a toothache? Or broke?

So you have friends? Now?
Then what if there're no electricity? Your friends will vanish, and you cry and cry and cry. Begging.

Stupid technology.

Monday, 24 August 2009

So you're the master? I am my master.

practice makes perfect.

experience is the best teacher.

knowledge is mutual.

technology is best used properly.

human is a faux living being.

i am a human.

i don't really follow technology.

i have my own knowledge.

i love my own experience.

i practice and i have my own standard of perfection.

so you say, out of the box?

which box are you pointing at?





Tuesday, 18 August 2009

Love hurts


and it gets mencair dan menyenyeh dan memburuk di hari-hari berikutnya,
sampai kering sebulan kemudian.

Saturday, 8 August 2009

Look, there's something i.. ah.

PEOPLE please.

if blog for you is a personal thing and sort of a diary,
why bother putting a total visitor or country flag number or whatsoevs?
what are you looking for?

and the link exchange.
do you exchange link for real
or so then people will know that you have many friends or i dunno what is your reason.
do you read those link everyday? every updated post?

Tuesday, 14 July 2009

It's all yours to decide

gimana ya.

jadi yang namanya mengeluh sih pasti ya ada. tapi kalau nggak ngapa2in juga buat mengatasi keluhan itu, terus buat apa?

jadi ada beberapa temen yang pada intinya nggak suka kerjaannya. diperbudak. capek marah2. orang2 disitu pasti nggak ngerti situasi dia. nganggep kerjaan dia tuh gampang. intinya dia sebel lah.


Monday, 6 April 2009

Tentang Blackberry

Mau protes.

Lama2 sebel sama BB. Sama orang2nya yang makai.
Sudah beberapa kali liat orang pakai BB, sibuk sendiri.
Dah gitu, kalau diajak ngomong, matanya nggak bisa lepas dari BB nya.
Emang enak ngomong tapi nggak fokus ke yang diajak ngobrol? Sial.
Kayak nggak ngehargain banget, sumpah.

Huh.

Thursday, 12 March 2009

Bapak

Mellow dikit ach.

Gua penasaran rasanya punya bapak. My parents divorced when i was born, and i met my dad, an hour before he get burried. So i didn't know him very well. Except from the blurry old fashioned photo, yang bisa gua liat cuma dia dan rambut kritingnya. At least gua tau ini rambut dari mana.

Gatau ya, kayak apa ya rasanya? Gua ngebayangin bisa dicurhatin, terus bisa ngajarin gua benerin genteng, nge bengkel, kalau ada yang jahat, gua bisa ngadu, terus secara cowok, dia pasti cuma cup cup suruh tegar doang, atau gua dipukul, gua disuruh pukul balik (kayak kakeknya nobita yang marah soalnya bapaknya nobita pulang2 ngerengek dipukul waktu kecil). Terus kalau gua mau ke lokasi2 terlarang seperti pasar kumuh dan jalanan penuh kekerasan, demi nyari barang atau apa gitu, dia bisa nemenin gua. Terus dia suruh gua bikinin kopi tiap sore, dan gua bakalan ngomelin kenapa dia ngerokok dan ngopi mulu. Terus dia nurut dan diem-diem ngelakuin pas anaknnya ngantor atau kuliah di Bandung. Terus gua dapet laporan dari nyokap, dan gua telpon ke rumah pakai Flexi sambil ngomel2, ngancem kalau nggak berenti, gua nggak bakal beliin dia mp3 lagu2 Broery atau Elvis di Kota Kembang.

Muluk banget ya? ehheheheheh,,,

Hhhhh,, makanya gua sayang banget keluarga gua. Tuh kan mau nangis, brengsek.

Thursday, 15 January 2009

Shoe! shoe! go away!


that's what came into my mind where i accidentally stood, and walked beside someone with the same shoes with me, that time! and we go the same direction, and i couldn't stand to memorize that day.

Thursday, 8 January 2009

Soo curious about Benjamin Button

Last night i watched this movie. like any other typical Oscar movie, this one fulfilled all the categories of what it takes to win Oscar. Except for soundtrack.

The story was flashback and made me yawn a bit. But overall, i like the idea about 'reverse life cycle' thing. And i really feel sorry about Benjamin. Really. The twisted idea at the end of the movie was,for me, played over my emotional feeling. You gotta watch it. And what makes me angry for a very deep curiosity was, i felt the real curiosity itself, because my dvd player couldn't play the last chapter! I was just like, OH SHEET MADAFAKA. It was 1 am and i was planning to have a good sleep. And then i tried to rewind it with 4x speed, a whole last chapter, carefully, and watched the ending, backward. Well, at least i understand. (in an awkward way).

Thursday, 18 December 2008

I lost my breath

baru seperdelapan menit sampai ke kantor, langsung ngepost.

baru dari alfamart, yang kira-kira,,,,, seratus meter dari kantor (kayaknya). jalan. kesana beli bla bla bla b la. pulang, mendung. setengah jalan, lari2 krn gerimis.

serasa pelari maraton yang jago, larilah saya dengan gagah. tiba saat saya kecengklik, dan jalan perlahan. 20 meter menuju kantor.

bukan masalah lari dan gagah, tapi saat mulai perlahan jalan, fase dari lari ke jalan, jantung saya berdebar amat sangat kencang, nafas kayak di korting, dan betis serasa baru p-p dari himalaya-jawa tengah. dan saat saya mengetik ini, keringat bercucuran nggak karuan.

kesimpulan cerita ini:
1. saya bener-bener harus perlahan olahraga. masa gitu aja udah kayak mau meninggal?
2. saya harus melupakan impian ikut Amazing Race.

Monday, 1 September 2008

Udah pernah coba belum?


itu jawaban disaat saya dengan lantangnya menyuarakan kebencian atas pete.
spontan saya bilang belum.
kelanjutannya ya sudah dapat diduga dan membuat say terdiam, 'gimana tau rasanya kalau belum pernah nyoba'.

skak mat.
benar juga

itu karena saya sudah keduluan sama pikiran saya yang me-mind set kan bahwa pete is a filthy stinky thing. yaiks.
dan jengkol.
dan duren.
dan nangka.

karena baunya.


itu contoh lumrah keseharian, sebenarnya pada intinya, apa yang kita pikirin itu berpengaruh besar
pada tindakan.

Udah takut duluan, mikir aneh2, jadi nggak berani nyoba.
kayak, lamar kerjaan.
atau, naik tornado.
atau, nembak orang.

'nggak mau ah, ntar dia gini lagi'

udah nyoba belum? dapet sukur, suka sukur, nggak dapet yaudah, nggak suka yaudah.
yang penting udah nyoba.


pernah ada pengalaman gitu gak?