Pages

Tuesday, 29 December 2009

Kek, Menyerahlah!

Tiap hari kakek pakai celana pendek yang bagi saya seperti hotpants perempuan muda. Mungkin di era 70an, celana tenis itu cocok diterapkan, tapi gelambir dan kerutan di paha kakek itu lho, saya nggak nahan! “Biar hemat AC, kan jadi banyak angin”, kata Kakek.

Tiap hari kakek ngabisin setidaknya 1 bungkus rokok. Belum lagi kalau diam-diam bakar cerutu simpanan jaman dulu yang katanya, “Disayang-sayang ah”. padahal kakek sudah tua. Kan menurut usia biologis, kakek sebentar lagi meninggal, mbok ya disayang-sayang gitu.

“Umur kan siapa yang nentuin. Bisa saja yang muda yang duluan dipanggil”. Ah Kakek, itu mah kata-kata klise para perokok. Giliran ngeles, baru deh bawa-bawa Tuhan.

Kek, menyerahlah! Malu sama kerut diwajah. Apa kata guratan guratan di tangan, hasil kerja keras. Sebandingkah dengan asap yang berkumpul di paru-paru? Kakek nih ngeyelnya bisa saja. “Ngerokok bikin tenang”, kata Kakek saat itu. “Tenang-tenang menghanyutkan?”, jawabku.

Tuh kan Kakek, salah sendiri kan. Akhirnya meninggal deh. Komplikasi paru-paru sama ginjal. Banyak rokok, banyak kopi. Mungkin kalau kakek menganut pola hidup sehat, bisa saja meninggalnya sama waktunya, hanya caranya berbeda. Kita bisa menghabiskan waktu bersama-sama sambil melanjutkan cerita Mahabarata, atau kisah klasik jaman baheula, sambil memandikan para perkutut dan jalak peliharaan.

Tolong! Rayuan maut membuat saya pingsan!

Bukannya saya tidak menghargai Shakespeare atau penulis puisi kondang lainnya yang telah berjasa membuat hati saya berbunga-bunga (sepihak) ketika menonton hasil karya mereka ya.. Hanya saja, jika itu disalurkan melalui orang yang tidak tepat, akan terasa dan terdengar sangat menggelikan. Hihi.

Contohnya, di dunia nyata (dimana orang suka dilihat dari luarannya)

Ada yang mau kenalan dengan Anda lalu membuat sebuah pick up lines (kata-kata pembuka pembicaraan) yang membuat perut saya terkoyak kegelian menahan tawa seperti yang mudahnya saja, “Gua ngga tau kenapa gua mau kenalan sama lo. Pas lo lewat, gua berenti. Gua bisa aja nyamperin orang lain, tapi.. kenapa elo?” (kisah nyata yang bikin saya merinding. Merinding menahan tawa!)

Oke kita harus melihat dari kedua sisi sih ya. Yang pertama, ya mungkinnnn dia emang puitis dan perasa dan percaya love at first sight lalu maju duluan. Tapi dari sisi saya pribadi (entah karena kebanyakan nonton tv atau baca novel misteri/thriller) malah menganggap itu super norak. Saya jadi takut! Sebenernya pertama-tama saya mungkin mentertawakan kebolehan orang itu. Ya gimana ya! Lagi jalan tiba-tiba ujug2 ada motor Tiger terus orang buka helm dikira nanya alamat, eh… minta kenalan. Kalau saya sih.. ngeri. Nggak tahu cewek lain. Mungkin karena diajarkan untuk waspada juga kali ya..

Kasus kedua, nggak jauh-jauh dari dunia maya (tempat dimana orang tak bisa dikenal dengan mudah).
“Kata-katamu menyejukkan sanubariku. Terima kasih telah menjadi penerang hari-hari ku. Kamu sungguh seperti angel sent from above.”

deng dong deng dong deng dong! ngikkk ngikk ngiikk!! 

Ya bukan salah dia sih kalau dia dilahirkan melankolis. Tapi … (speechless) dia telah berhasil membuat kopi hangat saya tumpah karena muncrat! Grrr…

Satu hal yang saya pelajari buat diri saya sendiri (ini diri saya lho ya.. no offense buat yang suka denger kata2 kayak gitu) :
Kata-kata mutiara atau rayuan manis membuat hari-hari saya sehat dan menyenangkan. Karena jadi rajin menahan tawa, sekaligus olahraga perut.



Cheers and Good Night!

How happy is happiness?

I am happy! Is that so?

Hmm terkadang kita suka mikir, akan jadi senang dan bahagia ketika telah meraih apa yang diinginkan. Terus kalau udah dapet, what next? pingin yang lebih. Dimulailah masa-masa berusaha dan masa-masa penuh gejolak yang bikin emosi naik turun, dan ketika telah meraihnya, kita jadi bahagia. What next? berulang lagi, berulang lagi, dan lagi.

Some people said that money can brings you happiness. Bener sih kalau kata saya. Soalnya kalau nggak punya uang, yang paling sederhana aja deh, ada anak sampai bunuh diri kok karena orangtuanya nggak mampu bayar uang sekolah. Atau Ibu yang bakar anak-anak dan dirinya sendiri. Sad?

Some people said that love can brings you happiness
. Bener juga sih kalau kata saya (pengulangan :P) Karena cinta itu mutlak, diatas rasa suka, diatas rasa sayang, diatas rasa senang. No question asked. Tapi bagaimana dengan buta? Pernahkah tersirat di dalam benak? Nooo… Cinta, menurut para ahli (bener-bener ilmuwan, dan tentunya Anda yang terkena virus2 percintaan, ehem!) nggak bisa diterjemahkan! It tickles, it hurts also!

So what bring happines to your life?
Menurut saya pribadi, yang bikin saya senang adalah: makanan proses dan pikiran positif. :)
Jadi, tiap kali saya mengerjakan sesuatu, kan melalui proses tuh. Dalam proses yang super duper melelahkan, tersimpan yang namanya harapan. Nah, harapan itulah yang membangkitkan rasa senang. Percaya, kalau bisa. Kalau ternyata nggak bisa, ya pasti bisa, namun caranya lain.

Misalnya, bikin tesis.
Prosesnya? Nggak perlu ditanya gimana nyebelinnya lha ya. Tapi disela-sela kenyebelinnya itu lah yang bikin menyenangkan. karena kita akan menemukan beberapa hal yang ternyata, menyenangkan! Ehem, susah dijelaskan sih yah. Mungkin kalau pikiran kita udah sebel duluan, yah nggak akan ada lagi hal2 menyenangkan di dunia ini.

You are what you think you are.
Itu sebuah powerful wording yang selalu terngiang-ngiang di kepala saya setelah if you can have anything in the world, what else can make you happy. Saya pikir saya bisa kok, pasti bisa, maka saya bisa deh. Mungkin gimananya saya bisa itu yang saya harus cari sendiri. Nah… proses pencarian itu lah yang menyenangkan.


Setelah senang, puas pun didapat!

Lanjut lagi deh proses yang lainnya :)




- Kayak si anak kecil ini! Dalam proses menyusun lego, mungkin dia kebingungan, tapi rasa penasaran dan indahnya warna warni yang menarik lah yang bikin hati senang! Belum lagi kalau sang Ibu datang bawa dot berisi susu kegemaran xD -

Monday, 28 December 2009

Selamat! Anda layak dapat cibiran

Ketika para penarik gerobak sampah sedang berjalan dan Anda mengklakson di belakangnya.

Ketika para pengamen bersuara indah namun Anda memalingkan muka pura-pura.

Ketika orang-orang berlari mengejar lift yang mau menutup namun Anda hanya melihat mereka dari dalam tanpa berusaha memencet tombol open.

Ketika Anda merokok di dalam kendaraan umum.

Ketika Anda menghabiskan uang orang tua untuk hal-hal tidak berguna.

Ketika Anda dengan mudahnya menilai sesuatu hanya dalam sekali pandangan mata, padahal Anda bukan cenayang.

Ketika apa lagi?

Garbage Art

Voila!! 
berawal dari pemikiran "tidak punya duit" ke arah "musti ada bikin sesuatu tapi gamau keluar uang buat bikinnya" akhirnya Ibu dan saya iseng-iseng coba bikin sesuatu yang cantik, dari bahan-bahan sampah di rumah. Apapun deh! Berbekal buku-buku craft yang Ibu saya punya, jaman bahelua, kita membuat ini!!!! =

ini bikinankuu!!

ini bikinan Ibukuuu!!!


PS: masih trial and error sih ahah! Practice makes perfect!

Sunday, 27 December 2009

Kehilangan Martin

Sudah lewat beberapa bulan semenjak saya memiliki Martin dalam hidup ini. Dan baru sebulan ini saya menyadari kalau ia ada , hadir disana . Bodohnya saya! Bisa-bisanya saya lupa kalau dia ada disana. kemana saja selama ini? Bisa-bisanya saya melupakan kehadirannya...

Ini Martin (bukan foto sebenarnya tapi kurang lebih seperti ini) :



Yup, dia adalah Crayfish!

Jaman dulu saya membelinya, eh, adik saya deng yang membelinya diam-diam di tukang ikan dekat rumah. Katanya sih udang. Dulu hanya sebesar buku jari. Kecil bukan? Suatu saat ketika saya sedang bengong di depan kolam ikan, saya hampir keselek gara-gara ada udang besar berlalu lalang di dalam air. Kontan langsung saya teriak, "Kenapa bisa ada udang coba jelasin!!" dan adik saya dengan damainya berkata, "Oh, dulu aku yang beli. Udah besar kan?" -_-...

Oke sooo kejadian ini cukup menghebohkan saya secara pribadi karena, seumur-umur belum pernah lihat udang nyata di depan mata (kecuali diatas piring :D ), sudahgitu, besar banget pula! Martin sekarang sudah sejengkal panjangnya! Dan gelap badannya.

Oh ya, saya lupa bilang kalau Martin senangnya ngumpet di balik saluran air yang berisi bata-bata, bebatuan, karena disana dia bisa sendirian dan hidup tenang tanpa diusik olej ikan-ikan aneh lainnya.

PS: ikan-ikan aneh yang saya sebut adalah hasil menjarah ikan dari si abang ikan itu. Kenapa aneh? Coba saja pikir, jadi kami (saya dan adik saya) kalau beli ikan tuh nggak pernah konsisten satupun. Kita suka beli koi, waktu kapan guppy, terus tiba2 beli patin! Lalu ada lele warna warni, ikan gabus, ikan mas, ikan buaya, ikan naga(bentuknya kayak naga sumpah gatau apaan nama aslinya), terus terakhir ikan Silly (?) yang meliuk2 bak belut, terus tiba2 saya nemu ada ikan sapu-sapu! (baru tahu, habis dia gelap banget warnanya!). Walhasil kolam ikan di rumah isinya nggak karuan. Istilahnya, kolam labil, begitulah. :D

Kembali ke Martin. Karena saya nggak tahu akan kehadiran Martin, ya kami biarkan saja dia di kolam, tahu-tahu sudah sebesar itu! Otomatis saya merasa bersalah dong ya, habis kit akan nggak pernah beli makanan apa-apa. beli nya aja juga iseng. Akhirnya suatu hari, minggu lalu tepatnya kami belikan Martin makan mewah! Cacing!!! Ibaratnya perbaikan gizi. Anggaplah, ketika manusia sedang ada di kawinan di Hotel berbintang. itu namanya sedang perbaikan gizi (habis makanannya enak2 sih!)
Lagi-lagi kembali ke Martin. Tadi sore saya membelikan dia makanan mewah lagi dengan harapan melihat ekspresi datar dan malu-malunya ketika keluar dari batu, lalu meraut sekian banyak cacing tu dan lari-lari lagi ke dalam batu. Namun,

MARTIN HILANG.

Huhu....

Saya hampir mau nguras kolam saat itu juga demi menemukan Martin. Sempat kepikiran dia kabur ke kebun tapi kok nggak mungkin yah kan nggak bisa hidup di darat. Sempat kepikiran juga kalau dia nggaksengaja masuk ke lubang saluran air. Hiiyy!! Paling banter sih saya berpikir positif kalau dia sedang jalan-jalan karena bosan sama sudut itu. :)

Okay, jadi tadi akhirnya saya beli lagituh 2 udang, eh crayfish (tapi si abang tetep kekeuh itu udang) berwarna biru, sebesar buku jari juga. Ketika dicemplungin, dia sudah gampang beradaptasi dengan lingkungan dengan berjalan-jalan. Oya, namanya si Udangku dan Udangka.

Dan terakhir saya lihat, mereka nggak ada.
Oke, mudah2mudahan beberapa minggu kedepan saya keselek lagi dan nemuin Udangku, Udangka dan Martin sedang ada disana, berenang sambil menari-nari minta cacing.

Cheers!

We can not do it by ourself

...or can we?

Apa yang membuat saya sangat terpana akan kebiasaan orang luar negri, entah itu mau orang Barat atau Timur (yang pasti bukan Indonesia) adalah Do It Yourself atau DIY.



Pasalnya? Yah, beberapa kali saya selalu terpukau akan acara-acara di -sebut saja- E!Channel (My Celebrity Home, Party Planner,etc) atau Discovery Travel and Living yangiatan Do intinya ya itu, kegiatan Do It Yourself. Baik membuat meja, lemari,kursi, cermin, apapun! Bahkan mereka pun tak jarang mengadakan Garage Sale di rumah. Meraih sedikit keuntungan sekaligus membersihkan rumah. Ataupun datang ke toko loak, toko vintage untuk membeli barang second yang nantinya mereka rombak lagi seperti baru. Hal lumrah!

Saya kerap bertanya-tanya, kenapa banyak orang kita yang tidak suka melakukan hal itu? (Sejauh pegamatan saya yah..) Daripada membuat sendiri, mendingan ada desain, dan suruh tukang. Basi banget kalau bilang, "Kalau ada tukang buat apa ngerjain sendiri". Apa mungkin culture kita tidak mengajarkan demikian?

Coba kalau kita bandingkan. Di Barat, pembantu boleh dibilang jarang. Hanya orang kaya raya saja yang punya pembantu. Tapi kalau disini kan, masyarakat menengah pun sebsa mungkin punya pembantu. Hmm.. sebuah fenomena yang, saa pribadi belum dapat menelaahnya. Berhubungan dengan pola kehidupan masyarakat Indonesia.

Saya pernah diberitahu oleh Ibu saya bahwa, dulu ketika di Inggris beliau diajarkan untuk memasak, menjahit, membuat macam-macam. Pekerjaan dasar, pengetahuan basic akan keterampilan tangan diajarkan di sekolah. Merata. mau itu sekolah mahal atau pun murah. Seingat saya juga keterampilan itu diajarkan di sekolah. Sekitar tahun 90an kebawah, saya ingat saya masih mendapatkan pelajaran menjahit, memasak, menata meja. Entahlah jaman sekarang. Saya belum survey lagi. Masih adakah?

Point nya adalah,pengamatan saya pribadi terhadap fenomena yang memaparkan bahwa, masyarakat Indonesia, negara berkembang yang modern, yang sibuk sampai keterampilan dasar saja banyak yang tidak bisa. Satir? Kasar? Mau atau malas? Terserah saja. Mengatas nama kan bangsa atas perbuatan beberapa masyarakatnya, sebuah majas Totem Pro Parte yang ampuh.

Ah mari tidak berpikir sedangkal itu, wahai Elfitra. Mulailah melanjutkan apa yang sudah kita miliki, yaitu kemauan untuk mencoba mengerjakan apa-apa sendiri. Mencoba membuat sesuatu sendiri. Tidak ada kata terlambat untuk apapun. Works for anything!

So, anyone care to teach me about carpentry? :)

Cheers

Sunday, 20 December 2009

What a productive boring time i had

Gua tau yang bikin gua jadi produktif gambar ga jelas : saat lagi boring!
Ini pas tadi boring di kelas.Warnain ah ntar...

Saturday, 19 December 2009

Mau isi bensin jadinya keringat dingin

Anu, jadi begini.

Pagi tadi saya berlatih mengendarai mobil bersama tante, sekalian itung-itung isi bensin.

Total berhenti = kurang lebih 20 kali.
Total mobil klakson = banyak
Total mobil yang mendahului dan ngeliatin = nggak bisa dihitung.

Pesimis mendadak. :|

Terus saya mikir gini, 'dulu kenapa saya bisa lulus tes menyetir dengan bangga yah?' Kayaknya karena si abangnya punya kopling deh di kiri!! (tempat dia duduk, sebelah kursi pengemudi).

Jadi, saya gagal karena balance saya buruk. Huh. Jadinya gitu deh.

Doakan saya 3 bulan kedepan sudah lancar yah!

Monday, 14 December 2009

Why do bule, seems like never cebok?


Okay i know that might not the best title. But you guys get my point kan?

Saya pertama kali notice hal ini dari pengalaman saya waktu ikutan les bahasa inggris di sebuah institusi bahasa inggris yang kala itu lumayan terkenal (ya, yang itu-itu aja sih..). Guru saya yang bernama ... emh..lupa. Oh ya! Mr.Simon namanya. Ujug2 saat dia kembali dari wc dia berkata, "I didn't get it. Why all toilet have spraying water?"

whutt
the
food??

Terus gua yang, "omydawg! maksud yey apa? jadi tiap anu ga pernah cebock?? EWW nasty!" ihhhhhhhh.
Terus apalagi kalau kit alihat di film-film bule, mereka gosok gigi juga tidak memakai odol, bukan?? Apa pas lagi di shoot itu, gosokan tahap 2 (yang odolnya udah di lepeh)?

EW.



Monday, 7 December 2009

Sweet disposition

Sweet disposition
Never too soon
Oh reckless abandon,
Like no one's watching you

A moment, a love
A dream, a laugh
A kiss, a cry
Our rights, our wrongs   - temper trap 

Fcuk tchnlgy


I walk into the crowd. Exploring the habit. Observing the humanity. And ask, "what are you guys doing?"

There lies, bunch of living creatures known for its ingenious brain. Sapient. Busy for themselves. Eyes on a modernity devices. A mini thing filled with everything-they said. "A World in your hand" - they claimed.

I say hi, yet no reply. I yelled HI, then.

"Oh hi!", they said. No eye contact.
"Can i talk for a minute?", ask i
"Ok hold on, i have something important to do", they continue doing the typing thing, updating the status, the situation, unimportant one such as, 'eating a celery, they said what's worse is good for you' or just like 'hello morning! oh, it's 11 o'clock already!'

PFFT.

I can imagine myself hitting them with the nearest chair i could grab.

hatred. 


What if you could connect with others, in a way you've never thought before?
Then people are just friends as a word. As a statement. As a status.
Then you have your hundred thousand fans, friends. Who cares when you have a toothache? Or broke?

So you have friends? Now?
Then what if there're no electricity? Your friends will vanish, and you cry and cry and cry. Begging.

Stupid technology.

Thursday, 3 December 2009

I've got you under my skin

Ive got you under my skin
Ive got you deep in the heart of me
So deep in my heart, that you're really a part of me
Ive got you under my skin

Ive tried so not to give in
Ive said to myself this affair never will go so well
But why should I try to resist, when baby will I know than well
That Ive got you under my skin

Id sacrifice anything come what might
For the sake of having you near
In spite of a warning voice that comes in the night
And repeats, repeats in my ear

Don't you know you fool, you never can win
Use your mentality, wake up to reality
But each time I do, just the thought of you
Makes me stop before I begin
cause Ive got you under my skin

-Frank Sinatra

Tuesday, 1 December 2009

Munchy munchy lunch!


We love to munch munch munch! And having a nice lunch! XD