Pages

Showing posts with label Love. Show all posts
Showing posts with label Love. Show all posts

Wednesday, 2 March 2011

Me in many form and shape :|


People's interpretation about me. In many form. Shape. Creature. Whatever you name it! *_*
I don't know whether to laugh or cry, but one thing i know: 
they love me! bahah!

1. Me as a soybean. A helpless soybean :|
2. Me as a drinking water dispenser :|
3. Me, coming back from Bali.
4. Me, normal shape.
5. Me, as a somewhere native people :|
6. Me, looking at my so-called husband cheating with his secretary :|
7. Me, as an octopus!
8. Me, as an old lady...

x'|


Wednesday, 8 December 2010

The Secret of secret

Ssshh.. this is secret. You mustn't tell anyone but me, or else you'll see!

I have been through a lot of thinking. I mean, a lot.
And dozen of friends, experiences, told me the secret. Well, not really but,
keep wanting and you'll have it.

I never want something so bad. Due to my childhood disability in many things. It has taught me to bury my will and keep my wish for myself. But this time, it has to change.

I want those things *referring to my wishing list* I will. I will. As long as there's a path shown to me :)

I want him *referring to someone new*. As what Morrisey ever said, 'please please please. Let me. Let me get what i want, this time.' If you ever seen this posting,dear, it might be you. :)

Year almost end. I get more excited. Another resolution? Why not? :D


xoxo

Tuesday, 16 November 2010

Malu malu mau





Aku malu. Tapi mau.

Antara gengsi tapi bingung.
Sebenarnya ku tak mau, tapi ingin.
Antara denganmu selalu sampai pusing.

Aku malu, tapi mau.
Pura-pura acuh namun hati riuh.
Aku malu malu mau,
Sama kamu kamu kamu.

Thursday, 2 September 2010

New Helmet

Horray, i got new helmet!
Actually i requested for Keroro or Kerokeropi




but, Hello Kitty is quite enough :) Even though i looked a bit silly in Hello Kitty :O



\(^_^)/

Friday, 8 January 2010

The Magic of Sharing

is you'll get something in return.

A happy feeling, a warm smile, a pleasure, and a nice day.

So, start share what you have. Don't be greedy. It doesn't have to be a thing. It can be blood, it can be help, it can be voice, it can be smile.

:)



Tuesday, 24 November 2009

Goodbye and goodluck :)



seems like i have to find another one
like i did before you
and before them
and before them
and before

until i find the one
that i can hold my hand with :)

Thursday, 19 November 2009

I am Loved.

"If people don't love you the way you expect, it doesn't mean they don't love you with all they have"



Wednesday, 14 October 2009

Belly butterfly

One day, on my way to Pejaten last Saturday, i rode a bus. 5 seconds right after i settled my position, i saw this guy. We stared at each other. I blushed but remained cool, calm, and confidence.

He was a senior from my past college. Different faculty. I guess people (from my faculty) would've noticed him if they see what i saw. He was very well-known for his charm.

Ah.. i love that day :)

Tuesday, 29 September 2009

Blinded by the slight

and so my love, this is almost the end.
i said, the end!
an exclamation point for you to understand.
why can't you  let them go?
the feeling, the air
the freedom, despair

Wednesday, 15 July 2009

Monday, 16 March 2009

If i have a soulmate

, and he is a samurai. I'll choose Miyamoto Musashi. I cannot explain why, but his character is a good guy's character.


Thursday, 18 December 2008

Ma, anakmu sudah kerja

postingan saya sebelumnya tentang saya berangkat kerja.

kerja? saya sudah kerja?

mengingat kembali ke masa saya masih sekolah. tk, sd, smp, sma, kuliah. masih menimba ilmu. dan ke masa saya selalu mengantar Ibu ke gerbang rumah spesial untuk dadah-dadah pas dia berangkat ke kantor sambil berpesan,"Jangan kemalaman." atau "Nggak usah payungan kalau nggak panas, Mah!". Ingat jaman dimana saya masih tidur saat Ibu saya berangkat. Ingat jaman dimana Ibu belanja bulanan karena baru gajian.

Sekarang saatnya saya. Baru seminggu kerja, dan gantian, Ibu yang mengantar saya ke gerbang. dan Ibu dirumah.

Ma, anakmu sudah kerja . . .

Saturday, 26 July 2008

I laf mommy

gimanapun, seorang ibu ya adalah ibu.

gua frilans seminggu, pergi pagi pulang pagi.
dan nyokap gua selalu nunggu gua pulang, jam 6 pagi sekalipun.
dan hampir seminggu ini kayak gitu, pulang pagi atau tengah malem.
dan sampai rumah ya gua langsung tidur, nggak pernah ngobrol.

dan jumat ini terakhir, dan sabtu ini akhirnya gua ketemu nyokap gua.
ternyata kita saling kangen, terus akirnya gua dipangku dan kita cerita-cerita.
nyokap gua marah2 kenapa suka ditinggal,
ya gua juga minta maaf, juga karena kamar gua kayak kandang sapi nggak pernah diberesin.
terus nyokap nyanyi lagu, 'aku si gembala sapi.'

Tuesday, 29 January 2008

I love you and olive juice




Say ‘olive juice’ in front of mirror, without voice, and you’ll find the mouth gesture saying ‘I love you’. It can be use to fool people though.. hihi..


Berbicara mengenai cinta, pandangan kebanyakan adalah hubungan antara dua insan pria dan wanita yang saling mencintai, karena itu adalah sebuah pandngan yang sangat umum. Saya pribadi mengenai hal ini, akan mundur dan banyak bertanya kepada teman-teman yang sudah punya pasangan.

“What was it like?”, tanya saya. Kebanyakan dari mereka akan berkata biasa saja.

“What was it like, for the first time?”, saya ganti pertanyaan saya sebelumnya. Lalu mereka, akan mulai berfikir dalam.


Salah seorang teman saya berkata bahwa untuk pertama kalinya pacaran, adalah hal yang membahagiakan karena dia senang ada yang menyukainya. Tentu saja itu cinta monyet jaman SMP, dimana lingkungan pergaulan yang kejam membuat dirinya dikucilkan, dan lelaki itu lah yang menjadi kunci masuk ke gerbang perbedaan. Katanya, “Padahal gua dulu jelek banget , tapi ada yang naksir gua dan gua seneng..” Iya memang di fotonya dia buruk banget, dibandingkan sekarang yang total cantik.


Lain lagi satu teman saya yang baru pertama kali pacaran ketika kuliah tingkat 3. Kontan kehidupan pertemanannya hancur karena perhatian dipusatkan kepada si laki-laki itu, yang akhirnya juga: putus. Ah.. Dia pernah memberi wejangan sama saya: “Jangan lupakan teman, fit..” Saya manggut-manggut, ikut merasakan pengabdian yang besar kepada pacar dengan resiko mengorbankan pertemanan.

Jangan korbankan pertemanan sedemikian erat hanya karena satu orang pacar.

Ah, love is blind, it’s true, Tiffany..


“What was it like then, to have another new one after breaking up with the last one?”, saya tambah pertanyaan saya.

“Sebenarnya semuanya itu adalah pelajaran.”, kata teman saya lagi yang baru saja sekitar sebulan jadian dengan yang ke.. tujuh kalinya? Lupa.

“Lo berhubungan sama seseorang, lo saling mengenal satu sama lain, dan dalam proses pengenalan itu, lo merasakan ada hal yang beda dan tidak membuat lo nyaman, maka lo putus. Dan lo kemudian disayang oleh seseorang yang baru, dan lo menyukainya, dan lo jadian sama dia. Seperti itu.”, katanya.


Lagi-lagi saya manggut-manggut serasa mengerti saja padahal tidak karena saya tak berada di posisinya. Ya, tak berada di posisinya sama seperti teman saya pernah bertanya, “Gimana sih rasanya fit, lo nggak ada bokap dari kecil?” Jawab saya super simple, “Nggak ada perasaan apa-apa, sedih atau kehilangan, karena merasakan punya pun tak pernah. Jadi, nothing to loose.” Rasa memiliki itu besar impact-nya ke kehidupan manusia. Selama menjalin hubungan otomatis pernah ada rasa sayang, memiliki, dan kita menjadi orang yang ‘serasa’ kenal banget si dia. Lalu rasa itu hilang karena suatu hal dan dihadapkan atas dua pilihan: menghapus kenangan atau menyimpannya. Pilihan itu pun masih dilanjutkan oleh pilihan lain: terus berduka atau maju.


Ada salah seorang teman saya lagi yang kerap memikirkan tentang cinta dan esensinya dalam kehidupannya. Hubungan yang dipertanyakan antara dia dan pacar (atau mantan? Atau teman mesra tapi nggak mesra? Yeah.. dipertanyakan kan kata saya tadi..), juga mempertanyakan adanya status dan cinta diantara mereka. DIa tipe yang: dengan cinta, semuanya akan bisa dilalui. Hidup dengan cinta. Asal ada cinta, apapunlah..

Entah kenapa saya tak dapat mencerna pikirannya dengan baik. Oke, dia sangat menomorsatukan cinta diatas segalanya, hanya saja bagi dia, statement mengenai :apapun yang terjadi, asal ada cinta, maka selamatlah sudah..


Bodoh.


Saya sudah pernah melihat akibat dari orang yang menikah demi cinta. Cinta, menjadi makanan kesehariannya. Demi cinta, status tak masalah. Demi cinta, ekonomi tak masalah. Demi cinta, MBA pun akan dilalui dengan menikah di KUA. Demi cinta, bagaimana ya caranya mencari uang sedangkan anak sudah lahir? Demi cinta, lebih baik kita berpisah saja karena keadaan ekonomi memberatkan kita semua. Demi cinta, pasti ada yang mau menampungmu demi cinta. Demi cinta, kamu akan selamat sendiri.

Kemana cinta yang mereka halalkan di awal hubungan mereka?


Gila.



Semua bikin gila, termasuk orang di sekitarnya. Terbukti di mata saya sudah: bukan hanya demi cinta, tapi juga logika, perasaan, dan perhitungan. Hello guys… Semua yang tidak dibarengi dengan persiapan yang matang, hasilnya pun akan seenaknya saja. Kamu akan punya pasangan, kamu akan punya tempat tinggal, kamu akanpunya keturunan. Live with that, think about that.

t.h.i.n.k. Arr arr arrrrr….


Ah, balik ke permasalahan cinta dan cinta. Syukur yang sangat besar amat sangat saya panjatkan kepada yang pernah menciptakan saya. Saya dikaruniai cinta, dari sudut pandang saya sendiri. Saya punya keluarga yang tidak sempurna, saya punya sahabat yang bisa dihitung jumlahnya, teman yang dalam jumlah tertentu yang mengenal saya, saya punya cinta yang bisa saya sebarkan dan saya menerima cinta dari mereka pula.

Ada saat saya merasa tak ada yang cinta sama saya karena saya sendirian, kesepian. Mana laki-laki yang akan mendampingi saya? Dimana teman-teman saya, saat mereka pacaran dan saya tidak? Keluarga? Kan bisa ketemu setiap hari? Saya menjadi orang yang –nice-try-dude-, mencoba agar dicintai dan mencintai seseorang. Saya menjadi pribadi yang, tunggu.. menjadi? Iya, saya menjadi bukan saya.

Saya pernah kasihan sama teman saya yang suka sama junior di kampus. Pada akhirnya junior itu jadian sama laki-laki lain dan teman saya itu mengaku kalau dia pernah suka sama si junior dan junior pun berkata bahwa dia juga demikian, tapi karena teman saya nggak maju dan junior itu merasa nggak serius, jadi ia melupakan kemungkinan teman saya dan menerima ajakan cinta dari yang lain. Kalau sudah begini, siapa yang salah? Siapa yang rugi?

You know what, disaat kita meminta yang terbaik dalam doa kita, atau disaat kita meminta sesuatu yang spesifik, sebenarnya Dia memberikannya. Bukan dalam bentuk spesifik, tapi dalam bentuk jalan. Ia, jalan yang ada di depan muka kita dan tergantung kita yang emnjalani serat mengambil keputusan. Lalu, tergantung pemikiran kita. Kita mau menyesal, atau tidak. Kita tahu kok yang terbaik buat kita. Tapi terkadang kita butuh keyakinan. Nah, keyakinan itu lah yang harus dibuat.


Lalu lalu lalu, setelah orang yang saya taksir tahu kalau saya suka dan saya puas, sudah kah? Itu dia. Satu hal yang tidak saya pikirkan. Keyakinan saya, suka orang, terus bilang, terus dia tahu, dan saya puas. Namun ada yang terlupa: mau sampai kapan begini? Hmmm…


Lama saya memikirkan akhirnya masuk ke dalam sebuah kesimpulan. Biar banyak teman yang menyuruh saya jadian, karena saya hanya satu dari beberapa orang di kamous yang sama sekali belum pernah pacaran, saya akhirnya mikir bahwa: nanti juga ada waktunya. “Kalau nggak nyari, terus mau kapan jadinya?”, tanya teman saya. Well.. karena itu bukan menjadi prioritas saya, jadi saya tidak begitu memikirkan. Saya senang diberi kesempatan untuk berkenalan dengan laki-laki serta akrab dengan makhluk itu semenjak sebelum kuliah, saya sama sekali nggak punya teman laki-laki kecuali supir-supir antar jemput yang nongkrong di warung tempat saya menunggu. Ya itu dia, belum menjadi prioritas utama. Salah seorang teman saya pernah bilang, “Apa nggak lebih baik berprestasi dulu ya? Cewek kan gampang. Tinggal nunggu aja, ntar banyak yang datang.”. Tapi saya mikir, berprestasi? Itu pasti saya lakukan tanpa harus mikir dua kali. Jadi, seiring saya berprestasi, bekerja, freelance atau tetap, mencari uang adalah hal yang utama saya dahulukan karena saya punya keluarga untuk diberi makan.


Memang, ingin rasanya kembali (kembali? Belum pernah juga woy!) mengenang masa – masa kala percikan asmara kecil-kecil melambai kearah saya. Rasa deg-deg an saat pdkt (belum pernah), rasa sedih ketika kenyataan berbicara (ini sering), dan rasa saat disukai orang (pernah sekali) dan menyukai dia balik (sama sekali belum kejadian). Ah.. cinta!


Jalankan hidup seperti biasa dan pintar-pintar melihat kesempatan yang ada. Just like Rachel once said in Friends, “Anything happen for a reason”. Tapi saya nggak setuju dengan lagu akhiran Que Sera Sera: “whatever will be, will be.” We can prevent things from happening.



So?



Olive juice isn’t as good as I love you in the real meaning, don’t you think so?

Tuesday, 18 December 2007

Saya suka 8 desember kemarin!


60 tahun Alumni Gathering Night mengharuskan sekitar 30 orang mahasiswa untuk menjadi penerima tamu dan saya salah satunya! Thanks to Tiara yang merekruit kami.

Kita-kita: "Pokoknya freinds harus ikut!"
Tiara: "Iya..iya... (nada iya-gue-tau-makanya-lo-semua-udah-gua-masukin-daftar)

Padahal paginya ada 8 orang yang jaga shift pagi-sore, acara seminar. Supeerrr ngantuuukkkk, bayangin dari jam 6 saya musti bangun (dimana biasanya jam 6 itu malam dan jam 11 itu baru namanya pagi hari) dan sanyam senyum sama tamu which is om om tante tante alumni. Untuk jam 10 bisa masuk ke backstage buat ngedandanin model fashion show sambil duduk karena pegel. Eh, asik juga ada makanan Padang ekstra jumbo porsinya. Ditambah Nia Dinata dan Jay buat ngisi acara jadi agak cuci mata sedikit, ngelihat slide yang seru.

Jam setengah 5 cabut super kebut ke rumah Inako dan mobil Sally yang ditumpangi seperti menyanyikan lagu lullaby walhasil tidur 5 menit saya terasa panjang...

Monday, 24 September 2007

Senyum ini milik siapa?

Ada seseorang meninggalkan senyumnya di pinggir jalan. Ada seseorang lupa meletakkan senyumnya di wajahnya. Seseorang itu nampak seorang perempuan karena senyumnya ini sangat manis. Seseorang itu juga… terlihat seperti seorang yang pelupa, atau tidak mau tahu akan keberadaan senyumnya? Bisa keduanya.

Aku datang menyusuri jalan, mengikuti jejak yang ditimbulkan oleh si pemilik senyuman itu. Sungguh… senyum ini membuatku penasaran. Kulihat jejak berwarna biru tua ini terlihat sangat menggelikan. Jalannya berliku-liku. Aku pun mengikutinya sambil menahan tawa dalam hatiku.

Perjalanan panjang kulalui. Senyum yang kusimpan di dalam sapu tangan ungu ini membawaku jauh dari tempat dimana kutemukan dia. Senyum ini membawaku melewati lapangan yang luas, hamparan rumput yang indah, sekelompok penyanyi pinggir jalan dengan suara memukau, tumpukkan buku yang hebat, sampai sebuah patung yang sangat megah. Senyum ini membuatku lelah.

Jejak biru tua itu terlihat makin menipis. Aku tak sabar ingin menghampirinya. Memuaskan rasa keingintahuanku akan pemilik senyummanis ini. Serta merta menanyakan alasan mengapa dia sampai teganya meninggalkan senyum seindah ini.

Jejak biru tua itu habis beberapa langkah kemudian. Aku terdiam di sebuah kotak telepon tua yang sudah usang. Disekelilingku? Tak ada apa-apa kecuali pepohonan rindang. Dari sudut kanan terdengar suara derap langkah ringan. AKu menoleh ke arahnya dan mendapati seorang perempuan yang sangat menarik. Kuyakinkan diriku bahwa senyum ini pasti miliknya setelah aku memandang wajahnya. Aku menghampirinya, diapun menghampiriku.

“Senyum ini pasti milik kamu… “, kata kami bersamaan.

Kami saling berpandangan, dan saling tersenyum.

Monday, 17 September 2007

Mr.Sesame

You will never know why I like my mr.sesame
You will never know why his name is mr.sesame
You will never know what mr.sesame looks like
Because he himself doesn’t know his name

I like my mr.sesame
I like the first time we met about three months ago
I like his hidden expressions, the way he brilliantly hold himself
I like what he said, his mind, and his thought about life, about the world, about everything!

Oh my dear mr.sesame

Unfortunately time stopped me
Stopped me from seeing mr.sesame
Stopped me from having the unexpected daily feeling
Stopped me from my mr.sesame

Though I know the word ‘goodbye’ isn’t everything
Yet I ‘d prefer to ‘see you again’
By any way
In anytime
In some place only God know
I like my mr.sesame
Is it okay to like you, mr.sesame?
Even I know, that you, don’t know that, you are:
my mr.sesame . . .

Friday, 10 August 2007

You you you

DON'T YOU KNOW THAT I LIKE YOUUU???


yes, YOU!!!!

Monday, 30 July 2007

M.O.M


Silly, i always sing a song 'a Song for Mama by BoyzIIMen', repeat the word: 'Mama...' 'Mama...' all over and over again and over again, and she always tells me to stop right now.

Hihi...

"mama..."
"STOP IT"
"mamaaaaa....."
"!!!!"
"maaaammmmmaaaaaaaaa....you know.... i laffffppp yuuuu...."

Friday, 27 July 2007

Aku suka orang

kalau kata chet baker=i fall in love so easily.

yes.

orang itu mungkin kamu
pintar kan, kamu tak tahu?
tentu saja karena aku pintar
aku punya topeng lho,
memang kamu kira tampangku ini beneran?
bukan sih, ini kulit saja,
yang aku spray sama hairspray biar kaku.

biar kamu nggak tahu aku suka senyum kalau ada kamu
biar kamu nggak ngeh kalau aku seneng ngeliat kamu
biar kamu nggak nanya kenapa tampangku cerah, terus aku musti jawab yang jujur,

sori, aku nggak bisa bohong, daripada begitu, mending aku simpan saja dalam-dalam.

aku suka orang
orang itu adalah kamu
pintar kan? kamu tak sadar.
tentu saja..


taken from link