Pages

Monday, 31 May 2010

An Owl and Social Media thingy thingy


-image courtesy of Alberto Cerriteno-


Alkisah, seekor Burung Hantu dewasa sedang tidur siang. Dalam suatu malam, di rutinitas kopi malamnya ia membaca ‘Daily Nights’ dan menemukan bahwa Friendster sudah usang, Facebook dan Twitter sedang in di social media. Kontan ia langsung segera membuat akun. Maklum, jarak antara pohon satu dengan pohon lain lumayan jauh. Lumayan kan, mendekatkan yang jauh!

Dalam sebuah akun bernama ‘OwlBoy’, sang burung hantu pun dalam seminggu sudah berhasil mengumpulkan sekitar 300-an teman. Sesama burung hantu, makhluk malam lainnya seperti bangsa rubah, juga tak terkecuali makhluk siang. Bahkan kerajaan sang semut pun tidak mau kalah dengan membuat Fan Page! :D Hal itu yang membuat ‘OwlBoy’ sedikit panas dan kemudian melengkapi halaman about me, interest&activities selengkap mungkin. Tak terlewatkan, video dan foto yang memperlihatkan betapa piawainya OwlBoy menangkap tikus. (dua hari sebelumnya, dia berhasil membongkar persembunyian gangster tikus dibalik semak-semak kebun seberang!)

Dengan jargon andalan, “Nobody cares. I am nobody, so i don’t care” ia pun berhasil menjadi populer dalam sekejap. Follower Twitternya banyak, teman Facebooknya berlimpah. Beribu orang mau dan rela membaca dan mendengarkan tiap saran yang ia ketik. Meskipun ia hanya menulis hal-hal sepele seperti ’siang ngapain yah?’ langsung yang bales banyakkk banget. OwlBoy pun merasa senang.

Kesenangannya tidak didukung tawa dan kebahagiaan orang-orang terdekatnya.

Terakhir kali anaknya ingin memamerkan prakarya hasil karya di sekolahnya, suka dicuekin. “Sebentar..sebentar..”, katanya tiap kali. Terus udahannya lupa. Dia juga kadang suka melewatkan info penting seputar per-tikus-an karena kurang update berita. Komunikasi pas makan malam pun jadi berkurang karena pasti sayap kanannya sibuk mencet tombol. Yang baru saja terjadi, Ibu Burung Hantu curhat panjang lebar soal kerjaan, udahannya, “Hah, apa tadi, kenapa?”. Koran dan acara tv akhirnya ditinggalkan. “Yang penting, esensi beritanya!”, kata OwlBoy. Belum lagi di kantor. Hampir dua per tiga karyawan mengeluhkan kesibukan barunya si OwlBoy. Permasalahannya sepele, “Nggak diperhatiin! Pikirannya bercabang! Jadi kan susah!”, curcol salah satu karyawan. Untuk beberapa bulan, kinerja perusahaan itu menurun.

Beberapa minggu kemudian, Burung Hantu mulai merasakan adanya kehampaan. Saat koneksi internet di daerahnya mati, dia bingung setengah mati. Mau ngapain yah? Padahal itu, namanya lampu depan pintu udah sebulan belum dibenerin. Dia juga baru sadar kalau si Tole, anaknya nambah tinggi beberapa centimeter. Dan, sejak kapan kembang sebelah berbunga? Makan malam rutin harian pun jadi terasa enak sekali, nggak hambar seperti kemarin-kemarin. “Kamu ganti bumbu masak, Mah?”, tanyanya. “Tidak kok, dari hari ke hari sama saja, Pah.”, jawab si Mamah. Dan oh betapa nikmatnya secangkir kopi hangat di depan tv bersama keluarga!

Headline ‘Daily Night’ malam jumat itu tertulis: “Krisis koneksi melanda. Diperkirakan sembuh satu minggu kedepan”. Tapi tumben Pak Burung Hantu tidak merasa sedih! Dia mendadak menemukan sesuatu yang hilang!

No comments:

Post a Comment

tell me what you think!